Breaking News:

Global

Masjid-masjid di Gaza Tutup untuk Shalat Tarawih, Ikuti Aturan Malam Covid-19

Masjid-masjid di Gaza pada Kamis (22/4/2021) akan mulai ditutup untuk shalat tarawih, setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19.

(AFP/MOHAMMED ABED)
Seniman mural Palestina membuat pesan melawan virus corona di Rafah, Selatan Jalur Gaza, 29 Maret 2020. Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona menjadi insipirasi seniman grafiti untuk memberikan peringatan dan motivasi bagi warga dalam menghadapi virus tersebut. 

GAZA, TRIBUNAMBON.COM - Masjid-masjid di Gaza pada Kamis (22/4/2021) akan mulai ditutup untuk shalat tarawih, setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Hamas memberlakukan aturan jam malam di masjid-masjid di Gaza, yang biasanya menampung ratusan jamaah untuk beribadah shalat tarawih di bulan Ramadhan.

"Kami mungkin akan memberlakukan langkah-langkah tambahan, tetapi kami tidak berharap pada tahap ini akan melakukan lockdown total," ujar juru bicara Hamas, Eyad Al-Bozom, seperti yang dilansir dari Reuters pada Kamis (22/4/2021).

Eyad mengatakan, pihaknya masih menahan untuk tidak melakukan lockdown total, mengingat sekitar 49 persen warga Gaza menganggur dan pada 22 Mei mendatang dijadwalkan akan dilakukan pemilihan parlemen.

Diperkirakan jika dilakukan lockdown total, maka dapat semakin merusak ekonomi Gaza.

Pejabat kesehatan Gaza mengatakan faktor-faktor yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 saat ini, di antaranya ialah pelanggaran pedoman untuk memakai masker, menjaga jarak sosial, serta pembukaan perbatasan Gaza dengan Mesir pada Februari lalu, yang memungkinkan adanya varian baru virus corona masuk.

Unit perawatan rumah sakit terpukul

Pejabat kesehatan Gaza mengatakan sekitar 70 persen tempat tidur unit perawatan intensif di rumah sakit sudah terisi, naik dari 37 persen pada akhir Maret.

Ada 86 kematian selama 6 hari terakhir ini, meningkat 43 persen selama sepekan sebelumnya.

"Rumah sakit hampir mencapai kapasitas penuh. Kasus yang parah dan kritis telah meningkat secara signifikan dalam 3 pekan terakhir, yang menjadi kekhawatiran," kata Dr Ayadil Saparbekov, kepala Tim Darurat Kesehatan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Wilayah Palestina.

Halaman
12
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved