Breaking News:

Maluku Terkini

Kejari Buru: Pelaku Kejahatan Anak Dibawah Umur Tak Dihukum Pidana, Hanya Pembinaan

Penanganan perkara anak dibawah umur tidak selalu dengan pidana penjara tapi pidana pembinaan.

Andi Papalia
Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Buru, Pola Martua Siregar kepada TribunAmbon.com, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (22/4/2021) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Penanganan perkara anak dibawah umur tidak selalu dengan pidana penjara tapi pidana pembinaan.

Demikian disampaikan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Buru, Pola Martua Siregar kepada TribunAmbon.com, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (22/4/2021)

"Kami tidak selalu manyelesaikan sebuah pemidanaan anak dengan memenjarakan, tapi ada hal lain yang lebih baik untuk mendapatkan pemahaman yang baru, dengan cara pembinaan," kata dia.

Anak yang dimaksud adalah anak berusia dibawah 18 tahun.

Baca juga: Bupati Bursel; Gubernur Jangan sering ke Jakarta Saja

Baca juga: Anggaran Kemenhub Dipotong Rp 33 Triliun Gara-gara Corona, Maluku Dapat Jatah Rp 700 Juta

Dia melanjutkan, pembinaan akan dilakukan di Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (LPKS), Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Hiti-Hiti Hala-Hala di Kota Ambon, Provinsi Maluku.

"Tujuannya untuk membangun karakter anak agar menjadi lebih baij," jelas dia.

Dia menjelaskan, pembinaan itu akan dilakukan selama tiga bulan lamanya.

Lanjutnya, Pembinaan dilakukan ketika anak melakukan pidana yang tidak meresahkan masyarakat, seperti tawuran.

"Kalau tawuran itu bisa pemidanaan pembinaan," ucapnya.

Sementara, dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan tidak akan dilakukan pembinaan saja, melainkan juga dipidana. Kecuali, pelakunya dibawah 14 tahun.

Katanya, aturan ini berdasarkan Pasal 21 Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. (*)

Penulis: Andi Papalia
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved