Breaking News:

Maluku Terkini

Aset Pemerintah Kabupaten Buru Selatan Senilai Rp 16 Miliar Belum Dikembalikan

Kejaksaan Negeri Buru berupaya mengembalikan aset milik negara dengan nilai mencapai Rp 16 miliar periode 2009-2016.

Andi Papalia
Kajari Buru, Muhtadi berpose dengan mobil bermerek Toyota Innova bernopol DE 191 KM yang dikembalikan dari Sekertariat DPRD. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kejaksaan Negeri Buru berupaya mengembalikan aset milik negara dengan nilai mencapai Rp 16 miliar periode 2009-2016.

Kajari Buru, Muhtadi mengemukakan aset milik pemerintah daerah tersebut antara lain berupa 46 kendaraan dinas milik Pemerintah Buru Selatan (Bursel), yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya.

Dia menyebut, sejauh ini baru ada satu kendaraan dinas yang dikembalikan dari Sekertariat DPRD.

Baca juga: Kepala KSOP: Mudik Tidak Dilarang, Hanya Dibatasi Saja

Baca juga: Kejari Buru: Pelaku Kejahatan Anak Dibawah Umur Tak Dihukum Pidana, Hanya Pembinaan

Mobil yang dikembalikan itu bermerek Toyota Innova dengan nomor polisi DE 191 KM.

"Total baru satu kendaraan dinas yang dikembalikan," ujar dia saat ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Buru, Kamis (22/4/2021).

Lanjutnya, Sekertariat Daerah saja belum mengembalikan empat kendaraan.

Dua di antara empat kendaraan itu bermerek Fortuner. Dua lainnya bermerek Toyota dan Suzuki.

"Informasinya merek Suzuki dikuasai mantan anggota dewan yang sekarang sudah tinggal di Ambon,"ujar Muhtadi.

Dia menuturkan, kebanyakan aset-aset bergerak yang belum dikembalikan kepada negara atau daerah oleh para pejabat yang sudah memasuki masa pensiun atau yang sudah berpindah tugas.

Dia pun menghimbau agar segera mengembalikan aset milik negara itu secepatnya.

Dia menegaskan, apabila ada pihak-pihak yang tidak mengembalikan akan dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam pasal 10 UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Ancaman penjaranya paling singkat 2 tahun dan paling lama 7 tahun serta denda paling sedikit Rp. 100 Juta," sebutnya. (*)

Penulis: Andi Papalia
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved