Breaking News:

Global

Junta Militer Myanmar Bertindak Brutal, Hampir 250.000 Orang Mengungsi

Hampir 250.000 orang di Myanmar mengungsi sebagai akibat kebrutalan junta militer yang menindak penentang kudeta.

Junta Militer Myanmar Bertindak Brutal, Hampir 250.000 Orang Mengungsi
(AFP PHOTO/STR)
Para pengunjuk rasa memegang perisai buatan sendiri saat mereka berlari selama demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada Tabu (3/3/2021).

NAYPYIDAW, TRIBUNAMBON.COM - Hampir 250.000 orang di Myanmar mengungsi sebagai akibat kebrutalan junta militer yang menindak penentang kudeta.

Militer menggunakan kekerasan saat meredam aksi protes setelah kudeta yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari.

Kelompok pemantau lokal menuturkan, ada 738 orang tewas dan sekitar 3.300 lainnya ditahan sejak demonstrasi bergulir.

Kengerian itu juga disikapi Pelapor Khusus PBB untuk Situasi di Myanmar, Tom Andrews dalam kicauannya di Twitter.

"Serangan junta militer sudah menyebabkan hampir 250.000 orang mengungsi, berdasarkan sumber kami," kata Andrews.

Dia pun menyerukan supaya komunitas internasional bergerak cepat dan mendinginkan bencana kemanusiaan di negara Asia Tenggara tersebut. LSM Free Burma Rangers menerangkan, setidaknya 24.000 orang menyingkir dari Negara Bagian Karen.

Dilansir AFP Rabu (21/4/2021), sebebnya adalah junta mengerahkan serangan udara dan darat pada awal April. Juru bicara brigade lima Karen National Union, Padoh Mann Mann berkata ada 2.000 orang yang pergi ke perbatasan Thailand.

Sisanya berusaha menyembunyikan diri. "Mereka melarikan diri ke hutan yang terletak dekat desa mereka," kata Mann Mann.

Di tengah krisis itu, para pemimpin Asia Tenggara (Asean) sepakat menggelar pertemuan di Jakarta Sabtu ini (24/4/2021).

Yang membuat terkejut adalah pemimpin junta, Jenderal Senior Min Aung Hlaing dilaporkan bakal ikut ke Jakarta. Panglima Tatmadaw, nama resmi junta Myanmar, merupakan sosok di balik kudeta yang terjadi pada Februari.

Dia dan sejumlah petinggi Tatmadaw lainnya mendapatkan sanksi dari negara Barat karena kudeta yang terjadi.

"Min Aung Hlaing seharusnya tidak diterima dan memberikan pandangan mengenai krisis yang terjadi," keluh Brad Adams dari Human Rights Watch.

Merujuk pada laporan Reporting Asean, sekitar 70 jurnalis ditangkap dengan 38 di antaranya masih dalam penahanan.

(Kompas.com / Ardi Priyatno Utomo)

Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved