Breaking News:

Kartu Kuning Disnaker

Dipadati Pencari Kerja, Disnaker Kota Ambon Tidak Terapkan Protkes

Para pencari kerja bahkan berdesak-desakan untuk mendapatkan posisi terdepan dalam antrian.

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Ridwan Tuasamu
Ratusan pelamar kerja di banjiri Disnaker Ambon, Selasa (20/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Dinas Tenaga Kerja Kota Ambon (Disnaker) tidak menerapkan protokol kesehatan meski halaman kantor yang beralamat di Jl Woltermonginsidi, Lateri, Kecamatan Baguala itu dipadati ratusan pencari kerja.

Dari pantauan TribunAmbon.com, kerumunan tidak terhindarkan di loket pengurusan administrasi.

Para pencari kerja bahkan berdesak-desakan untuk mendapatkan posisi terdepan dalam antrian.

Fitri, salah seorang warga yang datang untuk mengurusi kartu kuning untuk keperluan lamaran kerja mengeluhkan tidak adanya penerapan protokol kesehatan.

Mulai dari ketersediaan tempat cuci tangan, hingga tidak adanya petugas dinas yang mengatur protokol kesehatan ditengah banyaknya warga yang berdatangan.

Menurutnya, seharusnya petugas bisa mengatur jalannya antrian, sehingga tidak terjadi kerumunan.

"Tidak ada tempat cuci tangan, petugas tidak pegang Alat pengukur suhu, kita tidak tau siapa yang berpotensi menularkan virus," ujar Fitri, Selasa (20/4/2021) pagi.

Baca juga: Urus Kartu Kuning, Ratusan Calon Pelamar Ini Akan Menyasar RSUP dr. J. Leimena

Baca juga: Urus Kartu Kuning, Calon Pekerja Antri 12 Jam, Tapi Belum Dipanggil

Selain itu, Fitri juga menilai kinerja Disnaker sangat buruk, pasalnya sebagian besar pencari kerja harus mengantri hingga 12 jam untuk mendapatkan kartu kuning.

"Kita dari jam 9 pagi sampai jam 10 malam tidak dipanggil, operator cuma 4 orang sedangkan nomor antrian sampai 400 lebih," keluhnya.

Serupa dengan itu, Mikael, juga mengaku telah mengantri sejak pukul 09.00 Wit hingga pukul 19.00 Wit.

"Antri 10 jam, belum tiba giliran saya, saya pulang," ujarnya.

Disnaker Kota Ambon membenarkan angka pengangguran di kota bertajuk mansie ini mencapai 28.038 dari total penduduk 347.288 jiwa.

Dengan persebaran di lima kecamatan, yaitu; Kecamatan Sirimau, Nusaniwe, Baguala, Kecamatan Teluk Ambon dan Leitimur Selatan. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved