Breaking News:

Maluku Terkini

Soal Jozeph Paul Zhang, Ketua MUI Maluku Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

Menurutnya, hal seperti itu tidak sepantasnya ditanggapi masyarakat, karena hanya akan berdampak pada toleransi umat beragama di Maluku khususnya. 

Foto: Istimewa
Jozeph Paul Zhang 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Soal isu penistaan agama yang dilakukan Jozeph Paul Zhang, Ketua Majelis Ulama (MUI) Provinsi Maluku meminta masyarakat tidak terprovokasi. 

"Kita jangan terpengaruh dengan isu seperti itu yang keluar dari mulut orang-orang yang tidak bertanggungjawab," kata Abdullah Latuapo saat dihubungi TribunAmbon.com melalui telepon, Senin (19/4/2021) sore. 

Menurutnya, hal seperti itu tidak sepantasnya ditanggapi masyarakat, karena hanya akan berdampak pada toleransi umat beragama di Maluku khususnya. 

Lanjutnya,  situasi kondisi keamanan kehidupan kebersamaan ini perlu dijaga, dibina dan dipelihara.

"Jangan saling menghina dan merendahkan, namanya kehidupan itu harus kita junjung tinggi nilai toleransi," tuturnya. 

Ia menambahkan, semua umat beragama mengajarkan soal itu, saling menghargai dan mengormati perbedaan baik perbedaan suku, ras, agama. 

Perbedaan itu merupakan anugerah tuhan, agar masyarakat dapat mengelola perbedaan itu menjadi satu kekuatan dan potensi. Bukan perbedaan dijadikan sebagai pemisah. 

"Kita adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari perbedaan, kita jangan saling menghina, karena menghina itu sifat intoleran," tandasnya.

Baca juga: Balai POM Ambon Himbau Pedagang Takjil Menjaga Kebersihan Makanan

Baca juga: Fisip Unpatti Gelar Yudisium Tatap Muka

Untuk diketahui, Jozeph Paul Zhang merupakan seorang pria yang sempat berdomisili di Indonesia, namun sekarang dirinya menetap di Bremen, Jerman. 

Dirinya mendadak jadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial karena pernyataannya yang dianggap telah menistakan agama Islam. 

Jozeph dalam postingannya juga menyebut dirinya sebagai nabi ke-25.

Hal ini ia sampaikan dalam forum diskusi via zoom dengan tajuk Puasa Lalim Islam yang juga ditayangkan di saluran YouTube miliknya. 

Selain itu, di blog pribadinya, ia juga mengaku sebagai apologet Kristen dan pernah membaptis ratusan muslim.

Apologet atau apologetika berasal dari kata Yunani apologia yang bermakna 'membela iman'. (*)

Penulis: Mesya Marasabessy
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved