Breaking News:

Prakiraan Cuaca

Sekda Minta Masyarakat Waspadai Dampak Siklon Tropis Surigae di Maluku

Meskipun Maluku tidak termasuk provinsi yang dilewati Siklon Tropis 94W, namun akan ada dampak tidak langsung di sejumlah wilayah.

Adjeng Hatalea
Pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan deras di Jalan Tulukabessy, Rijali, Sirimau, Kota Ambon mulai dibersihkan sehingga arus lalu lintas kembali normal, Senin (8/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku mengimbau agar masyarakat bersiap-siap menghadapi dampak siklon surigae.

Dia menyebut, adanya siklon tropis surigae tentunya sangat berpengaruh terhadap cuaca seperti ada hujan atau angina kencang.

"Bahayanya adalah jangan sampai ada pohon yang tumbang di jalan tiba-tiba," kata Kasrul, Minggu (18/4/2021).

Dia mengatakan, badai siklon tropis itu akan berlangsung dari Minggu (18/4/20210 hingga Rabu (21/4/2021) mendatang.

Meskipun Maluku tidak termasuk provinsi yang dilewati Siklon Tropis 94W, namun Stasiun Meteorologi BMKG Pattimura Ambon memastikan akan ada dampak tidak langsung di sejumlah wilayah di provinsi Kepulauan ini.

Yakni, hujan lebat disertai kilat dan petir serta angin kencang lebih dari 45 km/jam.

Baca juga: Gubernur Maluku Segera Terbitkan Surat Edaran Larangan Mudik

Baca juga: India Kehabisan Stok Vaksin Covid-19, Pasokan Global Makin Kritis

BMKG menyebutkan daerah yang terdampak hujan lebat diantaranya; Kabupaten Buru, Buru Selatan, Kota Ambon, Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur.

Sedangkan untuk dampak angina kencang, yaitu; Seram Bagian Timur, Kota Tual, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.

Dijelaskan juga, bibit Siklon Tropis 94W yang terdeteksi sejak Senin (12/4/2021) telah berkembang menjadi Siklon Tropis Surigae yang bergerak kearah barat laut, mendekati wilayah Filipina.

Terdapat daerah belokan angin di sekitar wilayah Pulau Buru, Pulau Ambon dan Pulau Seram yang mendukung terbentuknya awan-awan hujan di sekitar wilayah tersebut.

Terjadi peningkatan angin rata-rata di wilayah Maluku Bagian Tenggara hingga Barat Daya yaitu berkisar 8 – 20 Knot.

BMKG pun menghimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrim dan dampak bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, longsor dan pohon tumbang.

Sebelumnya, BNPB meminta kepada daerah 30 di tingkat provinsi untuk mewaspadai potensi bibit siklon tropis 94W.

Kewaspadaan tersebut disampaikan melalui surat tertanggal hari ini, Selasa (13/4/21) kepada para Gubernur. (*)

Penulis: Mesya Marasabessy
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved