Vaksinasi Covid19
Pemprov Maluku Sebut Vaksinasi Bagi Kelompok Lansia Masih Jauh dari Target
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung mengungkapkan, baru sembilan persen capaian target vaksinasi bagi kelompok lansia.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Capaian vaksinasi bagi kelompok lanjut usia (lansia) di Maluku masih jauh dari target.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung mengungkapkan, baru sembilan persen capaian target vaksinasi bagi kelompok lansia.
"Untuk capaiannya sekarang baru 9 persen, itupun dari 9 persen, Kota Ambon baru capai 7 persen, jadi memang masih jauh dari harapan, kita masih kerja keras," kata Adonia Rerung saat dihubungi TribunAmbon.com melalui telepon seluler, Senin (19/4/2021) siang.
Menurutnya, capaian tersebut masih sangat jauh dari target yang telah ditentukan.
Dia menyebutkan, ada beberapa faktor yang menjadi kendala terlaksananya vaksinasi bagi lansia di Maluku.
Di antaranya, vaksinasi bagi lansia itu baru ditetapkan pelaksanaannya di ibu kota provinsi saja, yakni Kota Ambon.
"Karena intruksi dari Kementerian Kesehatan kan untuk lansia yang di vaksin baru diterapkan di ibu kota provinsi, belum ke kabupaten lainnya, kalaupun di beberapa kabupaten yang lansianya sudah divaksin berarti itu untuk mereka yang akan berangkat haji," ungkapnya.
Faktor lainnya, sebut dia, lansia yang memiliki penyakit bawaan atau comorbid tidak dianjurkan untuk mengikuti vaksinasi.
Sementara lainnya menolak untuk divaksin.
Baca juga: Kejar Pelaku Penembakan Di Saparua, Polresta Ambon Terjunkan 60 Personilnya
"Jadi langkah strategis kami untuk segera mencapai target yaitu di kecamatan, posko-posko harus segera dibangun, tenaga-tenaga kesehatan harus segera turun dan kami juga minta untuk RT/RW agar mendata betul semua lansia, didorong agar mau divaksin," tuturnya.
Dia menambahkan, padahal lansia lah yang dianggap paling banyak jadi korban meninggal akibat terpapar Covid-19.
Itulah sebabnya lansia dianggap sebagai orang yang beresiko sehingga mereka menjadi target sasaran divaksin setelah kelompok tenaga kesehatan.
"Kami harap para lansia jangan takut untuk divaksin, karena sebelum divaksin, proses seleksi akan dipertajam agar penerima vaksin benar-benar memenuhi syarat untuk menerima vaksin, jadi jangan khawatir," tandas Adonia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/vaksinasi-lansia.jpg)