Breaking News:

Ambon Hari Ini

Dipenuhi Sampah Plastik, Kelestarian Biota Teluk Ambon Terancam Punah

Lebih dari 70 persen sampah limbah plastik yang dibuang masyarakat di pesisir teluk Ambon mengancam kelestarian dan kehidupan biota laut.

TribunAmbon.com/Tanita
AMBON: Pemandangan pinggir pantai Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, diatas perahu saat menyusuri Teluk Ambon Rabu (23/2/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TIBUNAMBON.COM - Lebih dari 70 persen sampah limbah plastik yang dibuang masyarakat di pesisir teluk Ambon mengancam kelestarian dan kehidupan biota laut.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam (LIPI), Prof.Dr.Nugroho Dwi Hananto, sampah plastik merupakan jenis sampah yan paling lama terurai dengan alam.

Hal ini dapat menyebabkan kerusakan ekosistem Teluk Ambon seperti terumbu karang, mangrove dan palung.

“Pertumbuhan tanaman laut akan terganggu jika ada sampah bertumpuk diatasnya, bahkan bisa membunuh tanaman tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Ulang Tahun Ke 6, Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran Unpatti Gelar Aksi Kebersihan

Baca juga: Kedai di Kota Ambon Ini Jualan Helm, Sehari Bisa Raup Untung Hingga Rp. 3 Juta Loh

Lanjutnya, ikan-ikan yang menghuni Teluk Ambon bisa berpindah ke tempat lain karena merasa ekosistem daerahnya tercemari.

“Ekosistem yang rusak akan membuat ikan yang menghuni teluk ambon memilih berpindah tempat, kalau tidak mereka bisa mati” tandasnya.

Hananto menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke laut, apalagi sampah berjenis plastik karena akan terbawa arus menuju teluk.

Selain itu, dia juga menuturkan jika ingin mempertahankan ekosistem laut di kota berjuluk manise ini, Pemerintah Kota Ambon harus membuat regulasi khusus terkait pengolahan sampah plastik.

“Untuk mempertahankan keanekaragaman ekosistem laut, harus ada regulasi dari pemerintah kota,” ucap Dwi.

Diketahui, Teluk Ambon memiliki jenis biota laut yang langka didunia yakni hewan mikroskopik tak kasat mata yang menjadi daya tarik wisatawan. (*)

Penulis: Muh Ridwan H Tuasamu
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved