Breaking News:

Nasional

Relawan Uji Klinis Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan

Informasi mengenai vaksin nusantara yang digagas eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meramaikan pemberitaan di desk nasional Kompas.com pada

(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Kepala Badan POM Penny Kusumastuti Lukito mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2021). Rapat tersebut membahas tentang dukungan pemerintah terhadap pengembangan vaksin Merah Putih dan vaksin Nusantara. 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Informasi mengenai vaksin nusantara yang digagas eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meramaikan pemberitaan di desk nasional Kompas.com pada Kamis (15/4/2021).

Artikel-artikel mengenai polemik vaksin nusantara menarik perhatian pembaca Kompas.com sepanjang Kamis lalu.

Artikel yang paling menarik minat pembaca Kompas.com tentang vaksin nusantara ialah adanya 71,4 persen relawan uji klini yang mengalami kejadian yang tidak diinginkan usai disuntikkan vaksin tersebut.

Artikel yang berisikan tentang vaksin nusantara yang menunjukkan adanya kejadian tak diinginkan dari para relawan uji klinis usai disuntikkan vaksin itu pun menjadi berita terpopuler di desk nasional Kompas.com.

Selain itu, artikel mengenai pernyataan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito yang mengatakan bahwa penyuntikan vaksin nusantara di RSPAD Gatot Soebroto tak berhubungan dengan lembaganya juga menarik perhatian pembaca Kompas.com.

Artikel yang berisikan pernyataan Penny tersebut juga masuk ke dalam deretan berita populer di desk nasional Kompas.com.

Berikut paparannya:

1. Relawan Uji Klinis Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan

Berdasarkan data studi vaksin Nusantara, tercatat 20 dari 28 subjek atau 71,4 persen relawan uji klinik fase I mengalami Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) dalam grade 1 dan 2.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan, relawan mengalami kejadian yang tidak diinginkan pada kelompok vaksin dengan kadar adjuvant 500 mcg.

Halaman
12
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved