Breaking News:

Maluku Terkini

Mertua Bilang Terdakwa Beri Uang Sejuta Hasil Penjualan Senpi, Semula Dikira Rongsokan

Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan saksi dari keluarga dalam sidang lanjutan kasus penjualan senjata api (senpi) ilegal ke Papua.

TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Proses sidang perdana 6 terdakwa kasus penjualan senpi ke Papua di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (7/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com,Muh Ridwan Tuasamu

MALUKU, TRIBUNAMBON.COM - Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan saksi dari keluarga dalam sidang lanjutan kasus penjualan senjata api (senpi) ilegal ke Papua. Saksi ini menjelaskan peran terdakwa HM dalam kasus ini.

Mertua HM bernama Samia mengira senpi warisan orang tuanya hanya sebuah barang rongsokan.

Mereka pun memberikan senpi itu kepada terdakwa.

"Suami saya kira itu cuma barang rongsok, makanya dikasih," kata Samia di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (14/04/2021) siang.

Baca juga: 6 Terdakwa Kasus Penjual Senpi ke Papua Disidangkan

Baca juga: Polda Maluku Tetapkan 7 Tersangka Penjual Senpi ke KKB

Samia bercerita,awalnya menantunya itu datang ke ruamh meminta senpi tersebut.

Keesokan harinya, terdakwa kembali ke rumah dan memberikan uang Rp. 1 juta kepada suaminya.

Samia melanjutkan, terdakwa mengaku kalau dia sudah menjual senjata itu kepada orang lain.

"Nih hasil dari barang rongsokan itu, kan berharga," ucap Samia menirukan kata-kata dari terdakwa HM.

Selain mertuanya, istri terdakwa HM pun mengaku tidak tahu kalau uang yang masuk di rekening miliknya merupakan hasil dari penjualan senpi.

"Saya tidak tahu juga, dia cuma bilang ada uang masuk lalu dia pergi melakukan penarikan," kata Istri Hm, Mulyati.

Seperti diberitakan, HM ditangkap karena menjual 1 unit senpi ilegal milik mertuanya.

Dia bersama enam terdakwa lainnya menjual senpi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. (*)

Penulis: Muh Ridwan H Tuasamu
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved