Breaking News:

Ambon Terkini

Negeri Hative Kecil Akan Pilih Raja Dengan Pemungutan Suara

Negeri Hative Kecil akan melaksanakan pemilihan Raja Negeri Adat dengan sistem pemungutan suara bersama dengan delapan desa lainnya.

TribunAmbon.com/Tanita
AMBON: Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Ambon, Steven Dominggus di Balai Kota Ambon, Selasa (13/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Berbeda dengan Negeri lain yang ada di Wilayah Kota Ambon, Negeri Hative Kecil akan melaksanakan pemilihan Raja Negeri Adat dengan sistem pemungutan suara bersama dengan delapan desa lainnya.

“Kedelapan Desa itu antara lain; Wayame, Poka, Hunuth, Nania, Waiheru, Latta, dan desa Galala, serta satu negeri yakni Hative Kecil,” kata Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Ambon, Steven Dominggus di Balai Kota Ambon, Selasa (13/4/2021).

Negeri Hative Kecil dalam proses untuk memiliki kepala pemerintahan yang definitif, telah menetapkan Peraturan Negeri (Perneg) tentang Mata Rumah Parentah, yang mana mengakomodir dua Mata Rumah Parentah.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa dan Imsak Wilayah Ambon - Maluku

Terdapatnya lebih dari satu mata rumah parentah di Negeri Hative Kecil mengharuskan penyelarasan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Ambon Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pengangkatan, Pemilihan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Pemerintah Negeri.

“Dalam Perda diatur jika lebih dari satu mata rumah parentah maka harus diputuskan siapa yang berhak memimpin, dan di Hative Kecil opsi itu tidak jalan. Opsi kedua dilaksanakan konsensus secara bergiliran, tidak jalan juga. Opsi terakhir adalah proses pemilihan. Inilah yang kita lakukan. Proses pemilihan di Negeri Hative Kecil melibatkan semua masyarakat negeri,” ungkap Dominggus.

Menurutnya, semua persiapan Pilkades serentak masih menunggu Peraturan Walikota (Perwali) sebagai landasan hukum pelaksanaannya.

Baca juga: DPRD Maluku Minta Warga Taati Larangan Mudik

“Ketika perwali sudah ada, maka akan dibentuk panitia di tingkat kota, serta di masing – masing desa dan satu negeri adat, dalam mempersiapkan secara teknis proses pilkades serentak dimaksud,” jelasnya.

Pemkot Ambon, kata Kabag, berupaya mendorong agar semua Desa dan Negeri di kota Ambon memiliki pemimpin defenitif, sehingga roda pemerintahan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

 
 

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved