Breaking News:

Global

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas

AAPP melaporkan lebih dari 700 orang tewas sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih Myanmar dalam kudeta 1 Februari.

Militer Myanmar Minta Keluarga Bayar Rp 1,2 Juta jika Ingin Ambil Jenazah Kerabat yang Tewas
(AP PHOTO)
Polisi antihuru-hara bergerak untuk membubarkan pengunjuk rasa di Tharkata, Yangon, Myanmar, Sabtu (6/3/2021). Para pengunjuk rasa menentang kekerasan yang meningkat oleh pasukan keamanan Myanmar dan melakukan lebih banyak unjuk rasa anti-kudeta pada Jumat.

YANGON, TRIBUNAMBON.COM - Militer Myanmar meminta keluarga membayar 85 dollar AS (Rp 1,2 juta) untuk mengambil jenazah kerabat yang dibunuh oleh pasukan keamanan, dalam tindakan keras berdarah pada Jumat (9/4/2021).

“Sedikitnya 82 orang tewas Jumat di Bago, 90 kilometer (56 mil) timur laut Yangon. Insiden terjadi setelah kota itu "digerebek" oleh pasukan keamanan militer,” kata kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) melansir CNN.

AAPP melaporkan lebih dari 700 orang tewas sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih Myanmar dalam kudeta 1 Februari.

Sejak itu, pasukan keamanan junta yang terdiri dari polisi, tentara, dan pasukan elite kontra-pemberontakan telah melakukan tindakan keras sistematis, terhadap pengunjuk rasa yang tidak bersenjata dan damai. Mereka menahan sekitar 3.000 orang dan memaksa para aktivis bersembunyi.

AAPP juga mengatakan Militer Myanmar menembaki pengunjuk rasa anti-kudeta di kota Bago pada Jumat, menggunakan senapan serbu, granat berpeluncur roket (RPG), dan granat tangan. Banyak penduduk telah melarikan diri ke desa terdekat sejak penggerebekan hari Jumat.

Internet telah terputus di daerah itu sejak hari itu dengan pasukan keamanan sedang menggeledah lingkungan sekitar.

"Saya tinggal di jalan utama. Pasukan keamanan sering datang dan pergi," kata seorang saksi mata yang tinggal di kota Bago, yang tidak dapat disebutkan namanya untuk tujuan keamanan, mengatakan kepada CNN pada Minggu (11/4/2021).

Menurutnya, mayat telah menumpuk di kamar mayat setelah penembakan. "Karena ancaman itu, kami harus pindah ke rumah di desa terpencil terdekat,"

Militer sekarang menuntut keluarga membayar 120.000 kyat Myanmar (85 dollar AS) untuk mengambil jenazah kerabat yang meninggal minggu lalu, menurut sebuah unggahan di Facebook dari Serikat Mahasiswa Universitas Bago.

Layanan Burma Radio Free Asia mengonfirmasi laporan dari Perkumpulan Mahasiswa Universitas Bago.

Halaman
123
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved