Breaking News:

Dampak Banjir Bandang di NTT

BNPB: Belum Ada Laporan Kasus Covid-19 di Pengungsian Banjir NTT

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan belum ada laporan terkait kasus positif Covid-19 di lokasi pengungsian bencana banjir banda

Pos Kupang/ Syafika
Banjir bandang di Waiwerang, Adonara, Flores Timur, NTT. Bencana banjir bandang akibat bibit Siklon Seroja terjadi di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur. 

TRIBUNAMBON.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan belum ada laporan terkait kasus positif Covid-19 di lokasi pengungsian bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan bencana alam di tengah situasi pandemi Covid-19 merupakan tantangan tersendiri dalam penerapan protokol kesehatan di lokasi pengungsian.

"Sampai saat ini, belum ada laporan terkait dengan kasus Covid di lokasi pengungsian," kata Raditya dalam konferensi pers, Rabu (7/4/2021). Ia juga mengatakan BNPB akan mengumumkan ke masyarakat apabila ada klaster pengungsian di NTT.

"Nanti akan kami update kalau memang ada klaster di pengungsian," ucapnya.

Menurut Raditya, saat kejadian bencana gempa di Sulawesi Barat di awal tahun 2021, tidak ada penambahan kasus Covid-19 di pengungsian.

Bahkan, ia menilai kasus Covid-19 justru menurun.

"Waktu gempa Sulbar dulu justru berhasil menurunkan angka Covid dan tidak ada kasus covid di pengungsian," ujarnya.

Untuk diketahui, terdapat 6 titik lokasi pengungsian di NTT pasca banjir bandang yang melanda provinsi tersebut. Posko utama pengungsian terletak di Kantor BPBD Provinsi NTT.

Sementara titik pengungsian lainnya tersebar di Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Malaka, Kabupaten Dompu, Kabupaten Lembata. Lokasi pengungsian menggunakan tempat seperti bangunan sekolah, puskesdes, hingga aula kantor pemerintah daerah setempat.

Sebelumnya, sejumlah wilayah di NTT dilanda banjir bandang pada Minggu (4/4/2021). Berdasarkan data yang dihimpun BNPB hari ini per pukul 14.00 WIB, tercatat ada 124 orang meninggal dan 74 orang hilang akibat bencana banjir bandang di NTT.

"Jadi perkembangan terakhir dari data yang kami dapatkan 124 jiwa yang meninggal," kata Raditya Jati dalam konferensi pers hari ini.

Selain itu, sekitar 688 rumah rusak berat 272 rumah rusak sedang, 154 rumah rusak ringan, serta 1.962 rumah yang terdampak akibat banjir bandang yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia juga mengatakan sebanyak 87 fasilitas umum terdampak bencana banjir bandang di NTT. Tercatat pula, ada 24 fasilitas umum yang mengalami kerusakan berat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BNPB: Belum Ada Laporan Kasus Covid-19 di Pengungsian Banjir NTT".

Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved