Breaking News:

Update Vaksinasi Covid 19

Vaksinasi Covid-19 di Maluku Tetap Dilaksanakan Saat Ramadhan, Jubir: Jaga Kesehatan

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Provinsi Maluku, Adonia Rerung memastikan vaksinasi covid-19 pada bulan Ramadhan akan tetap dilaksanakan.

Tanita Pattiasina
Salah seorang pedagang di Pasar Mardika Ambon tengah disuntik Vaksin Sinovac di Terminal I Mardika, Kota Ambon, Kamis (18/3/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

TRIBUNAMBON.COM – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Provinsi Maluku, Adonia Rerung memastikan vaksinasi covid-19 pada bulan Ramadhan akan tetap dilaksanakan.

Pelaksanaan vaksinasi, kata dia, akan tetap memperhatikan kondisi umat yang menjalankan puasa.

“Vaksinasi tetap jalan di bulan Ramadhan. Kementerian (Kesehatan) juga sudah menyebutkan bahwa selama masa puasa pun tetap vaksin berjalan,” ujar Adonia saat dihubungi TribunAmbon.com melalui telpon seluler, Senin (5/4/2021) siang.

Baca juga: Update Corona di Maluku: 9 Sembuh, 2 Meninggal dan 2 Kasus Baru Per 4 April 2021

Baca juga: Kadinkes Maluku Sebut Danki Brimob Meninggal Terpapar Covid-19 dan Hipertensi, Bukan Usai Divaksin

Baca juga: Dalam 24 Jam, Kota Ambon Umumkan 2 Korban Meninggal Kasus Terpapar Virus Corona

Adapun fatwa yang tertuang dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 menyebutkan vaksinasi tidak membatalkan puasa dan diperbolehkan bagi umat Islam yang berpuasa.

Menurut Adonia, penyelenggaraan vaksinasi di Maluku sesuai dengan petunjuk dari MUI tersebut.

“Tidak mempengaruhi batalnya puasa seperti yang disampaikan MUI juga,” sambungnya.

Meski tidak ada persiapan khusus selama proses vaksinasi di bulan Ramadhan, namun Adonia mengingatkan bagi calon penerima vaksin yang menjalankan puasa agar menjaga kesehatan, termasuk makan makanan yang bergizi saat berbuka maupun sahur.

“Tetap jaga kesehatan ya saat berpuasa, makan makanan bergizi saat berbuka dan sahur supaya gejalanya tidak terlalu dominan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengantisipasi bagi penerima vaksin yang menunjukan gejala usai divaksin.

“Kita antisipasi pada orang yang nanti muncul gejala. Misalkan demam, itu harus minum obat. Jadi saat berbuka bisa langsung minum obat. Supaya tidak batal puasanya,” ucapnya.

Sementara itu, terang dia, di Maluku saat ini tengah menjalankan vaksinasi tahap kedua bagi TNI/Polri, tenaga pengajar, pelayanan publik dan pelaku ekonomi.

Sesuai dengan petunjuk dari Kemenkes RI, tahap ketiga akan diperuntukan bagi masyarakat umum.

“Bisa saja di Ramadhan nanti sudah masuk ke tahap ketiga, yaitu masyarakat umum. Kami tengah menunggu pengiriman vaksin untuk tahap ketiga ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Adjeng Hatalea
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved