Breaking News:

Global

Ditekan Kelompok HAM, Total Tetap Enggan Hentikan Produksi Gas di Myanmar

Perusahaan minyak dan gas (migas) asal Perancis, Total, enggan berhenti memproduksi gas alam di ladang gas Yadana di Myanmar selama operasi tetap aman

Ditekan Kelompok HAM, Total Tetap Enggan Hentikan Produksi Gas di Myanmar
(AFP PHOTO/EMMANUEL DUNAND)
CEO Total Patrick Pouyanne

PERANCIS, TRINBUNAMBON.COM - Perusahaan minyak dan gas (migas) asal Perancis, Total, enggan berhenti memproduksi gas alam di ladang gas Yadana di Myanmar selama operasi tetap aman.

Perusahaan tersebut mengatakan, pihaknya tetap beroperasi untuk melindungi karyawan di sana yang mungkin mendapat risiko berat dari junta militer.

Sebelumnya, Total mendapat tekanan dari kelompok hak asasi manusia dan pemerintah bayangan Myanmar untuk meninjau operasinya.

Pasalnya, pajak yang dibayarkan Total kepada Myanmar diduga digunakan militer untuk mendanai negara yang dikendalikan junta sebagaimana dilansir Reuters.

CEO Total Patrick Pouyanne mengatakan bahwa perusahaannya memiliki beberapa alasan untuk menjaga ladang gas lepas pantai Yadana tetap berjalan.

Pernyataan itu diterbitkan di kolom surat kabar Perancis Journal du Dimanche pada Minggu (4/4/2021) dan dirilis secara online.

Pouyanne berutur, jika perusahaannya menghentikan produksi gas alam, mereka khawatir para karyawannya bisa saja terkena kerja paksa di bawah junta militer.

Dia menambahkan, Total juga tidak ingin memutus sumber energi utama jika operasinya di Yadana dihentikan.

"Bisakah kita menghentikan produksi gas yang memasok listrik ke populasi besar di Yangon, menambah penderitaan mereka?" ujar Pouyanne bertanya balik.

"Pihak berwenang Thailand telah memberi tahu kami tentang pentingnya sumber energi ini,” sambung Pouyanne.

Halaman
12
Editor: Adjeng Hatalea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved