Breaking News:

Ahli Kesehatan Sebut Larangan Mudik Tak Efektif: Lebih Baik Pembatasan dan Kebut Vaksinasi Lansia

dr Tonang Dwi Ardyanto menilai larangan mudik Lebaran 2021 bukanlah kebijakan yang efektif.

Juna Putuhena
Ilustrasi - dr Tonang Dwi Ardyanto menilai larangan mudik Lebaran 2021 bukanlah kebijakan yang efektif. 

TRIBUNAMBON.COM - Ahli kesehatan sekaligus Juru Bicara Satgas Covid-19 RS Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), dr Tonang Dwi Ardyanto menilai larangan mudik Lebaran 2021 bukanlah kebijakan yang efektif.

Hal itu disampaikan Tonang didasari dari pengalaman mudik tahun 2020 lalu dan juga sejumlah momen libur panjang di masa pandemi Covid-19.

Tonang menyebut masih ada orang yang mudik pada lebaran momen Lebaran 2020 meski ada pelarangan oleh pemerintah.

Selain itu, momen Natal dan Tahun Baru 2021 juga ada pergerakan mudik oleh masyarakat.

Baca juga: Larangan Mudik Disebut Bertentangan dengan Semangat Pemulihan Ekonomi

Baca juga: Dampak Larangan Mudik Tidak Konsisten Pengaruhi Ekspetasi Dunia Usaha

"(Momen) yang ketiga ini (Lebaran 2021), kami usul dari pada dilarang ternyata juga begitu, kita coba dengan cara baru, kita lakukan pembatasan," ungkap Tonang saat menjadi narasumber dalam program Overview Tribunnews.com, Kamis (1/4/2021).

Tonang menyebut, ada sejumlah pendekatan berbeda yang bisa dilakukan.

1. Pembatasan Armada

Armada bus PO Puspa Jaya terparkir di garasi di Jl Soekarno-Hatta No.3 Bandar Lampung, Rabu (17/3/2021).
Armada bus PO Puspa Jaya terparkir di garasi di Jl Soekarno-Hatta No.3 Bandar Lampung, Rabu (17/3/2021). (dok.)

Agar mudik lebih terkendali, Tonang mengusulkan adanya pembatasan armada transportasi umum untuk mengangkut para pemudik.

"Armadanya harus kita batasi, usul kita justru orang mudik itu pakai armada umum, sehingga jelas."

"Begitu bukan armada umum berarti jangan (diizinkan)," ungkap Tonang.

Halaman
1234
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved