Breaking News:

Tips Kesehatan

Simak Penjelasan BPOM Terkait Apakah Kantong Teh Celup jika Diseduh Terlalu Lama Berbahaya?

Teh merupakan satu diantara minuman yang praktis disajikan di segala suasana. Namun, pernahkah Anda menyeduh teh celup terlalu lama?

NET
Ilustrasi teh celup 

TRIBUNAMBON.COM - Teh merupakan satu diantara minuman yang praktis disajikan di segala suasana.

Terlebih dengan kehadiran teh celup yang semakin memudahkan kita untuk menikmati teh dengan waktu yang singkat.

Namun, pernahkah Anda menyeduh teh celup terlalu lama?

Atau menyeduhnya hingga teh di dalam cangkir sudah habis.

Bahkan beredar rumor, jika kebiasaan menyeduh teh terlalu lama akan menimbulkan bahaya untuk tubuh.

Lalu apakah benar rumor tersebut?

Terkait beredarnya kabar tentang kantong teh celup yang berbahaya bagi tubuh, Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM melalui website resminya pom.go.id memberikan penjelasan terkait informasi tersebut.

Berikut penjelasan BPOM tentang Kantong Teh Celup:

1. Kantong teh celup umumnya terbuat dari kertas dan plastik.

2. Kantong teh celup terbuat dari kertas biasanya berupa jenis kraft dilapisi plastik polietilen yang berfungsi dalam perekatan panas.

Industri kertas untuk kemasan pangan sudah tidak menggunakan senyawa klorin sebagai pemutih dan syarat ini sertakan pada saat permohonan penilaian keamanan produk.

BPOM menyampaikan jika teh celup yang terdaftar di BPOM telah melalui evaluasi penilaian keamanan pangan, termasuk penilaian keamanan kantong tehnya.

Selain itu, pihak BPOM akan senantiasa terus melakukan pengawasan terhadap produk yang kemungkinan tidak memenuhi syarat.

Terkait hal itu, maka sebaiknya pastikan kita selalu mengecek produk teh celup yang kita konsumsi, apakah sudah terdaftar BPOM atau belum?

Baca juga: Simak 8 Langkah Peregangan yang Perlu Dilakukan Sebelum Tidur untuk Kualitas Tidur yang Baik

Baca juga: Simak 4 Cara Mendapatkan Kulit Lembab Tanpa Riasan atau Produk Perawatan Kulit

Berita lainnya terkait Tips Kesehatan

(Tribunambon.com/ Larasati Putri Wardani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved