Breaking News:

Kasus Korupsi Bank Maluku

Kasus Repo Obligasi Bank Maluku, Harusnya Mantan Direktur Pemasaran Wellem Patty Juga Dijerat

Nama Wellem Patty yang selalu disebut terlibat dalam pembelian repo obligasi senilai Rp 238,5 miliar ini.

freepik
ditahan polisi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Mantan Direktur Pemasaran Bank Maluku, Wellem Patty harusnya dijerat bersama dua terdakwa lainnya dalam kasus dugaan korupsi Reverse Repo obligasi Bank Maluku.

Pasalnya, Mantan Direktur Utama Bank Maluku, Dirk Soplanit sempat menyebut dia bersama Wellem yang mengambil keputusan untuk melakukan pembelian repo obligasi.

Selain itu, terhitung sudah dua kali saksi menyebut tidak adanya keterlibatan Mantan Direktur Kepatuhan Bank Maluku, Izack Thenu alias Cak sama sekali.

Nama Wellem Patty yang selalu disebut terlibat dalam pembelian repo obligasi senilai Rp 238,5 miliar ini.

 “Dirut kepatuhan tidak bisa mencampuri urusan operasional. Namun dia menangani urusan SDM jadi bisa mencampuri urusan operasional,” kata Staf Bidang Analis Divisi Treasury Bank Maluku Malut, Muhammad Basalama di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Kasus Repo Bank Maluku, Mantan Dirut Bank Maluku Sebut Izack Thenu Tak Terlibat

Baca juga: Kerugian Negara dalam Kasus Repo Saham Lebih Dari 238,5 Miliar

Lanjutnya, Cak bahkan tidak pernah diminta untuk menganalisa dan memberi masukan selama proses reverse Repo Bank Maluku.

Dia mengatakan, selama proses pembelian obligasi itu, ada surat konfirmasi yang dikirimkan ke Bank Maluku.

Namun, alurnya tidak ada hubungan dengan Thenu melainkan melalui Direktur pemasaran dan Direktur Utama kemudian kembali ke Divisi Treasury.

“Untuk berkas repo pada saat beli ada konfirmasi masuk dalam bentuk fax kita tidak paham dan langsung dengan dirut pemasaran, dalam konfirmasi letternya ada tercantum jangka waktu. Setelah konfirmasi masuk, dirut minta segera dibuatkan memorandum, isinya sesuai dengan konfirmasi letter lalu dilanjutkan ke pemasaran terus ke dirut utama baru balik lagi ke divisi treasury untuk dilanjutkan,” jelasnya.

Dia mengakui repo merupakan hal baru bagi mereka dan pernah mengajukan keluhan ke Wellem Patty untuk bisa melatih SDM mereka agar paham repo obligasi.

“Kami sempat protes ke Wellem, sempat komplain karena tidak paham dan butuh pelatihan,” tambahnya.

Penasehat hukum terdakwa, Adolof Saleky pun meminta majelis hakim menghadirkan kembali Wellem Patty di persidangan. Menurutnya, kesaksian sebelumnya dianggap berbelit-0belit dan terkesan menyembunyikan kebenaran.

Dia juga meminta hakim memerintahkan jaksa menetapkan Wellem Patty sebagi tersangka. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved