Ramadhan 2021
Tips Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Berpuasa
Bau mulut menjadi suatu masalah serius bagi sebagian orang saat menjalankan ibadah puasa. Berikut ini adalah cara mengatasinya.
TRIBUNAMBON.COM - Tak lama lagi, umat Muslim akan kembali memasuki Bulan Ramadhan.
Di bulan yang penuh berkah ini, umat Muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa.
Sering dijumpai, bahwa bau mulut menjadi permasalahan yang serius bagi beberapa orang.
Terlebih saat berpuasa, ketika umat Muslim dilarang memasukkan apapun ke dalam perut.
Hal itulah yang menyebabkan mulut menjadi lebih bau daripada biasanya.

Bau mulut juga bisa timbul akibat gangguan sistem pencernaan dalam tubuh serta pola kebersihan gigi seseorang yang tidak terjaga.
Meski demikian, masalah bau mulut bisa diatasi dengan baik saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Berikut ini tips cara mengatasi bau mulut saat puasa Ramadhan.
1. Teratur dalam menyikat gigi
Saat kondisi sedang berpuasa, waktu yang tepat untuk menyikat gigi adalah setelah makan sahur.
Selain itu, kegiatan menyikat gigi juga bisa dilakukan kembali saat menjelang tidur.
Saat ditanya oleh wartawan Tribun Palu, Dokter Gigi asal Palu, Dr. drg. Munawir mengatakan jika menyikat gigi adalah kegiatan akhir yang dilakukan sebelum tidur.
"Sikat gigi adalah hal terakhir sebelum tidur. Habis itu tidak boleh makan apapun, kecuali minum air putih," ujarnya pada Jumat (26/3/2021).
Manfaat menyikat gigi tidak hanya untuk menghindari bau mulut saja, tetapi juga bisa menghilangkan plak gigi, mencegah sariawan saat berpuasa serta menghilangkan bakteri lainnya.
2. Rutin membersihkan lidah
Dalam sebuah penelitian yang dilansir Tribun Palu dari laman Tribunnews.com, sebuah riset dari University of Michigan School of Medicine menemukan bahwa sekitar sepertiga spesies bakteri yang ditemukan di lidah akan berkembang.
Namun perkembangan bakteri tersebut hanya di area lidah, atau tidak merembet ke bagian mulut yang lain seperti gigi, gusi atau bibir.
Kuman yang terjebak di lidah inilah yang akan menyebabkan bau mulut serta mempengaruhi indra perasa.
Bakteri yang terlalu banyak bertumbuh di area lidah bisa mengubah warna lidah menjadi kuning, putih bahkan bisa hitam dan nampak berbulu.
3. Menggunakan obat kumur
Selama bulan puasa diperbolehkan menggunakan obat kumur sebagai penyegar mulut.
Namun obat kumur yang digunakan tidak boleh mengandung alkohol atau harus alami.
Dokter Gigi yang bertugas di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Soelsatri UMS Solo, drg. Sartari mengatakan, penggunaan obat kumur ini bukanlah menjadi kewajiban jika ingin menghilangkan bau mulut.
“Obat kumur ini dapat mencegah tumbuhnya bakteri yang telah berkembang di dalam mulut, sehingga dapat menimbulkan plak hitam pada gigi dan karang pada gigi,” jelas dia saat diwawancara Kompas.com, Sabtu (25/4/2020).
4. Memilih makanan sehat
Selama bulan Ramadhan, pemilihan makanan harus diperhatikan.
Terutama makanan sehat yang kaya akan nutrisi perlu diperbanyak.
Tak hanya memilih menu makanan saja, cara pengolahan hingga penyajiannya juga mempengaruhi bau mulut yang dialami kebanyakan orang.
drg. sartari mengimbau jangan mengkonsumsi makanan terlalu berlebihan saat berbuka puasa.
Hal ini akan mengakibatkan kekenyangan dan karang gigi yang menumpuk.
5. Rajin konsumsi air putih
Dalam wawancara tersebut, drg. Sartari meminta kepada masyarakat untuk memperbanyak minum air putih saat sedang berpuasa.
Menurutnya, jika kekurangan cairan air putih akan menyebabkan gangguan suasana pada rongga mulut.
Kebutuhan air yang diperlukan oleh tubuh saat berpuasa ialah 8 gelas atau 2 liter dalam sehari.
6. Tidak merokok dan rajin berkumur
Dalam hal ini, rokok dapat menjadi masalah serius untuk kesehatan gigi dan mulut.
Terlebih saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Noda yang diakibatkan rokok akan menempel pada gigi dan bisa memicu penyakit kanker mulut.
Sementara itu, untuk menjaga bau mulut saat berpuasa, drg. Sartari menganjurkan untuk rajin berkumur dengan air bersih.
Berkumur bisa membantu membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di gigi dan rongga mulut.
Tak hanya ahli kesehatan yang memperbolehkan berkumur saat Bulan Ramadhan, ahli agama juga memperbolehkannya.
"Dijelaskan, berkumur untuk wudhu diperbolehkan sepanjang tidak berlebihan dan air tidak tertelan," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, Khairuddin Tahmid yang dikutip dari laman Tribunnews.com.
(*)