Breaking News:

Maluku Hari Ini

Jadi Penyelundup 50 Kg Merkuri dan Dituntut 1,6 Tahun Penjara,  Hamzah Minta Keringanan Hukuman

Pemuda berusia 28 tahun itu mengaku mengantarkan 50 kilogram merkuri. Dia juga disebut sebagai pengusaha merkuri oleh teman-temannya.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Salama Picalouhata
Kontributor TribunAmbon.com/Insany
Pasangan suami istri tertangkap tangan membawa air raksa atau merkuri yang diperkirakan sebanyak 200 kilogram 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Terdakwa Hamzah Sain alias Naim melalui kuasa hukumnya menyatakan pihaknya meminta keringanan hukum atas kasus penyelundupan merkuri sebanyak 50 kilogram.

Hal tersebut disampaikan saat sidang pembacaan pledoi atau pembelaan atas tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (24/3/2021).

"Untuk itu saya mohon untuk menjatuhkan putusan yang lebih ringan dengan pertimbangan terdakwa mengakui tindakannya, sangat menyesal atas perbuatan tersebut dan terdakwa masih muda serta tidak pernah dihukum sebelumnya," kata Penny Tupan, dalam pembacaan pembelaan.

Pemuda berusia 28 tahun itu mengaku mengantarkan 50 kilogram merkuri. Dia juga disebut sebagai pengusaha merkuri oleh teman-temannya.

Dia mengaku sangat menyesal, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Baca juga: Batal Tinjau Vaksinasi Secara Langsung, Jokowi Bakal Pantau Vaksinasi di Buru Secara Virtual

Baca juga: 7 Pemuda Ambon Lolos Program Beasiswa Study and Work in Japan 2021

Naim dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 161 UU nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, Kamis (18/3/2021) lalu.

Pada september 2020 lalu, dia mengantarkan 50 Kg mercuri dari Desa Morella ke rumah saksi Handry Junot Tuahatu (berkas terpisah) di jalan Gudang Arang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Barang bukti yang dibawa terdakwa itu rencananya akan dikirimkan ke Makassar melalui kapal laut.

Terdakwa telah melakukan hal ini beberapa kali hingga akhirnya rekan-rekan terdakwa ditangkap pihak kepolisian Polsek Leihitu.

Saat diamankan kepolisian, rekan-rekan terdakwa mengakui terdakwa merupakan salah satu pengusaha merkuri. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved