Breaking News:

Vaksinasi Covid 19

Ketua DPRD Malra Ajak Masyarakat Ikut Vaksinasi dan Tak Termakan Hoaks

Ketua DPRD Maluku Tenggara, Minduchri Kudubun mengajak masyarakat tidak takut menjalani vaksinasi Covid-19 lewat puisi yang diciptakannya sendiri.

Henrik Toatubun
Ketua DPRD Maluku Tenggara, Minduchri Kudubun mengajak masyarakat tidak takut menjalani vaksinasi Covid-19 lewat puisi yang diciptakannya sendiri, Minggu (21/3/2021) semalam. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Henrik Toatubun.

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM – Ketua DPRD Maluku Tenggara, Minduchri Kudubun mengajak masyarakat tidak takut menjalani vaksinasi Covid-19 lewat puisi yang diciptakannya sendiri, Minggu (21/3/2021) semalam.

Dalam puisi itu, dia menyampaikan vaksinasi bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Dia pun meminta masyarakat agar tidak takut mengikuti vaksinasi Covid-19.

Dia memastikan bahwa vaksin Sinovac yang sudah biasa digunakan tidak menimbulkan efek apapun.

"Saya ajak semua ikut vaksinasi. Vaksin ini baik demi kesehatan kita bersama," kata Kudubun kepada TribunAmbon.com, semalam.

Dia berharap masyarakat untuk ikut serta dalam program vaksinasi yang dirancang oleh pemerintah dan meminta mereka tak termakan hoaks soal vaksin.

"Tujuan vaksinasi ini merupakan ikhtiar pencegahan penyebaran COVID-19 sehingga dapat memutus mata rantai penularan," ujar dia.

Baca juga: Presiden Jokowi Dipastikan Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Namlea

Baca juga: Senin, Dinkes Maluku Tengah Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 ke Pedagang Pasar Binaya

Dalam hal ini, pemerintah telah menetapkan empat jenis alur waktu atau timeline untuk program vaksinasi gratis pemerintah yang ditargetkan mampu menyasar 181.554.465 orang guna mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus.

Vaksinasi tahap pertama berlangsung selama Januari-Februari yang menyasar tenaga kesehatan.

Kemudian vaksinasi tahap kedua dengan waktu pelaksanaan Februari-April 2021 menyasar petugas pelayanan publik, dan lansia alias orang yang berusia lebih dari 60 tahun secara umum.

Tahap ketiga dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022 menyasar masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

Dan tahap keempat juga dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022 menyasar masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin. (*)

Penulis: Henrik Toatubun
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved