Breaking News:

Sport

Sejarah All England yang Menyakiti Indonesia

Tim Indonesia dipaksa mundur karena mendapat email dari pemerintah Inggris khusus penanganan Covid-19, NHS, yang berisikan harus menjalani isolasi man

Sejarah All England yang Menyakiti Indonesia
(AFP/OLI SCARFF)
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat menghadapi Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe pada partai final All England 2020 yang digelar di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020).

Tak berangsur lama, beberapa atlet lainnya seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo, Anthony Sinisuka Ginting, Melati Daeva Oktavianto, Fajar Alfian, hingga Rian Ardianto mengunggah logo BWF di Instagram pribadi mereka. Langkah tersebut sebagai upaya protes tentang ketidak adilan BWF kepada tim Indonesia.

"Harus tanggung jawab," tulis Anthony Sinisuka Ginting, Melati Daeva Oktavianto, dan Rian Ardianto.

"Tidak adil!" tulis Fajar Alfian dan menautkan akun @bwf.official. Sementara situs resmi BWF memberikan pernyataan bahwa mereka tak bisa berbuat apa-apa karena mengikuti aturan pemerintah Inggris.

"Kami menyesali konsekuensi yang tidak menguntungkan ini. BWF dan Badminton England akan terus mengikuti semua protokol yang disyaratkan oleh Pemerintah Inggris dan otoritas kesehatan setempat untuk memastikan keselamatan semua peserta. Semua hasil hingga saat ini akan tetap berlaku dan undian akan tetap tidak berubah.

Semua lawan yang dijadwalkan pada babak berikutnya akan diberikan status walkover," tulis BWF, Kamis (18/3/2021).

Tim Indonesia yang dipaksa mundur dari All England tersebut mengundang amarah warganet. Tak sedikit netizen Indonesia mengomentari akun Instagram @bwf.official.

Akun resmi BWF itu pun akhirnya menutup kolom komentar pada Kamis (18/3/2021) pagi. Hingga berita ini ditayangkan, PBSI masih meminta bantuan Dubes RI untuk memperjuangkan nasib tim Indonesia di All England.

Adapun nama Indonesia masih ditakuti pada turnamen tertua di dunia itu.

Sejak mengikuti All England mulai 1979 hingga sekarang, Indonesia sudah mencatatkan 48 gelar, yang terdiri dari 14 tunggal putra, 4 tunggal putri, 20 ganda putra, 2 ganda putri, dan 6 gelar di sektor ganda campuran. Rudy Hartono menjadi legenda Indonesia yang meraih 8 gelar di sektor tunggal putra.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejarah All England yang Menyakiti Indonesia".

Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved