Breaking News:

Dipaksa Mundurnya Indonesia dari All England 2021, PBSI Soroti Tim Turki, Singgung Ketidakadilan

Tim Turki yang masih diizinkan bermain di All England meski berada di pesawat yang sama dengan tim Indonesia.

Editor: Fitriana Andriyani
kompas.com
Tim Turki yang masih diizinkan bermain di All England meski berada di pesawat yang sama dengan tim Indonesia. 

TRIBUNAMBON.COM - Kabid Humas dan Media Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Broto Happy menilai adanya ketidakadilan terkait dipaksa mundurnya tim Indonesia dari All England 2021.

Hal ini terkait tim Turki yang masih diizinkan bermain di All England meski berada di pesawat yang sama dengan tim Indonesia.

Seperti diketahui, alasan tim Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021 adalah karena berada di pesawat yang sama dengan penumpang terkonfirmasi Covid-19.

LIVE Streaming TVRI Semifinal Thailand Open - Pebulutangkis Anthony Sinisuka Ginting saat melawan wakil Denmark Viktor Axelsen pada babak semi final Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1/2020). Anthony Ginting melaju mulus ke final indonesia Masters 2020 usai mengalahkan Vixtor Axelsen dua gim dengan skor 22-20 dan 21-11. Tribunnews/Jeprima
Pebulutangkis Anthony Sinisuka Ginting saat melawan wakil Denmark Viktor Axelsen pada babak semi final Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1/2020). Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Dalam kanal YouTube tvOneNews, Kamis (18/3/2021), Broto Happy membeberkan ketidakadilan yang didapat tim Indonesia.

Ia menyebut, di pesawat yang sama ada pula tim dari Turki.

Namun, hingga kini tim Turki masih diperbolehkan melanjutkan pertandingan di All England.

"Inilah yang menjadi mengusik rasa keadilan," jelas Broto.

"Pemain Indonesia yang terbang dari Istanbul menuju Brimingham, mereka bersama dengan tim kecil Turki."

Broto menyebut, kejadian itu menunjukkan adanya ketidakadilan perlakuan yang diterima tim Indonesia.

Selain dipaksa mundur dari All England, tim Indonesia juga diminta karantina mandiri selama 10 hari.

"Kenapa tim Indonesia harus menjalani karantina selama 10 hari dan dilarang tampil di All England," jelas Broto.

"Sementara tim kecil dari Turki masih bisa melanjutkan pertandingan."

"Inilah yang membuat kita merasa ada perlakuan berbeda antara Indonesia dan Turki."

"Inilah yang saya sebut mengusik rasa keadilan," lanjutnya.

Padahal, menurut Broto, tim Indonesia sudah mempersiapkan diri secara maksimal demi mengikuti All England 2021.

Karena itulah, kini, mereka terpaksa mengubur dalam-dalam cita-cita memenangkan All England 2021 akibat insiden ini.

"Pemain Indonesia sejak awal tahun bisa berlatih dengan baiknya, dengan mantap," ucap Broto.

"Harapannya bisa maksimal di All England."

"Tapi akhirnya semua harus dikubur dalam-dalam karena munculnya larangan dari otoritas kesehatan."

Lebih lanjut, Broto membeberkan kondisi mental tim Indonesia kini.

Ia menyebut, tim Indonesia merasa terpukul setelah dipaksa mundur dari All England.

"Dari tim yang menemani para pemain di Birmingham menyebut para pemain sangat terpukul ya," kata dia.

"Mentalnya sangat kecewa dengan keputusan yang diambil BWF yang melarang mereka melanjutkan pertandingan."

"Para pemain akhirnya lebih banyak berada di kamar masing-masing."

"Akhirnya mereka menumpahkan kekecewaannya lewat social media masing-masing," tukasnya.

Simak videonya berikut ini mulai menit ke-5.38:

Kekecewaan Atlet Indonesia 

Para atlet badminton Indonesia kompak menyuarakan kekecewaan mereka atas keputusan Badminton World Federation (BWF) yang memaksa Tim Indonesia untuk mundur dari kompetisi All England Open 2021.

Keputusan itu dikeluarkan pada Rabu (17/3/2021) malam seusai diketahui bahwa ada penumpang positif Covid-19 yang satu pesawat dengan para atlet asal Indonesia.

Greysia Polii lewat unggahan akun Instagram-nya, @greyspolii, Kamis (18/3/2021), menuntut BWF agar bertanggung jawab.

Unggahan akun Instagram/@greyspolii, Kamis (18/3/2021). Greysia meminta BWF bertanggung jawab memberikan kejelasan dan pembelaan terhadap para peserta partisipan YONEX All England 2021.
Unggahan akun Instagram/@greyspolii, Kamis (18/3/2021). Greysia meminta BWF bertanggung jawab memberikan kejelasan dan pembelaan terhadap para peserta partisipan YONEX All England 2021. (Instagram/@greyspolii)

 

Greysia diketahui sudah lolos ke babak 16 besar bersama pasangannya di ganda puteri, Apriyani Rahayu.

Pada unggahannya itu, Greysia mengunggah logo Yonex All England Open disertai tulisan 'Kami atlet bulutangkis Indonesia dipaksa mundur dari pertandingan All England 2021!'.

Greysia menuliskan, Tim Indonesia mendapat peringatan langsung dari pemerintah Inggris.

Greysia memahami bahwa aturan pemerintah memang harus ditaati, tapi ia juga berharap BWF memberikan solusi dan pembelaan untuk para peserta All England Open 2021 termasuk Tim Indonesia.

Berikut caption lengkap yang ditulis oleh Greysia:

"Jadi memang situasi itu rada rancu. Kita itu dapat warningnya dari GOVERNMENT UK, sedangkan mereka yang positive kemarin itu under rules BWF..

BWF mungkin gakbisa bantu banyak karena tim Indonesia itu di warning langsung dari negara ini (Inggris) kita juga gak bisa apa-apa, namanya juga aturan negara, gak ada pilihan selain mematuhi aturan negara ini.

Tapi yang jadi KOENTJI itu adalah @bwf.official harus tanggung jawab cari letak permasalahan dimana, kasih perlindungan untuk atletnya, CARI SOLUSI, kasih kejelasan.
BWF HARUS ADIL DAN JELAS!!!!

*Mohon baca dulu statement dari @badminton.ina kenapa saya ngomong ini, supaya ngerti letak permasalahannya dimana."

Diketahui, pembukaan kompetisi All England Open 2021 sempat ditunda akibat hasil tes Covid-19 sejumlah peserta turnamen yang tidak meyakinkan.

Lewat rilis BWF dan Badminton England, pada Selasa (16/3/2021), pihak BWF mengambil sikap untuk mengetes ulang para partisipan yang hasil uji Covid-19-nya tidak meyakinkan.

"The Badminton World Federation (BWF) and Badminton England can confirm a significant number of COVID-19 tests conducted for participating teams at the YONEX All England Championships were deemed 'inconclusive' and as a result, the samples will be rerun."

Berikut versi terjemahannya:

"BWF dan Badminton England mengonfirmasi adanya jumlah yang signifikan terkait hasil tes Covid-19 yang dilakukan terhadap tim peserta kejuaraan YONEX All England memiliki hasil yang tidak meyakinkan, sampel-sampel tersebut akan dilakukan uji ulang." (TribunWow.com/Tami/Anung)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul PBSI Ungkap Mental Tim Indonesia seusai Dipaksa Mundur dari All England, Banyak Kurung Diri di Kamar

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved