Breaking News:

Vaksinasi Covid 19

Kadinkes Ajak Milenial Maluku Jangan Takut Ikut Vaksinasi Covid-19

Dia memastikan bahwa vaksin Sinovac yang sudah biasa digunakan tidak menimbulkan efek apapun.

Dedy Azis
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Meikyal Pontoh saat ditemui di kantornya, Karang Panjang, Ambon, Rabu (17/3/2021) siang. 

Laporan Wartawan, TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Meikyal Pontoh mengajak milenial tidak takut mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Tribunners, jangan takut vaksin. Presiden saja sudah divaksin,” ujar Meikyal, saat ditemui di kantornya, Karang Panjang, Ambon, Rabu (17/3/2021) siang.

Dia memastikan bahwa vaksin Sinovac yang sudah biasa digunakan tidak menimbulkan efek apapun.

"Saya ajak semua milenial ikut vaksinasi. Vaksin ini tidak menimbulkan efek apa-apa," kata dia.

Lanjutnya, efek yang dirasakan hanyalah mengantuk, mengantuk, nyeri di daerah suntikan, atau lapar saja.

“Efek samping itu wajar, karena artinya itu vaksinnya bekerja,” ujarnya.

Menurutnya, kebanyakan orang takut divaksin hanya karena Trypanophobia, yakni sensasi takut berlebihan ketika melihat jarum suntik.

“Orang menangis saat divaksin ya karena mereka mengalami Trypanophobia,” kata dia.

Baca juga: Pedagang Pasar Binaiya Masohi Sebut Belum Ada Sosialisasi Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Kepala Satpol PP Buru Selatan Bakal Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Korupsi Seragam Linmas

Dalam hal ini, pemerintah telah menetapkan empat jenis alur waktu atau timeline untuk program vaksinasi gratis pemerintah yang ditargetkan mampu menyasar 181.554.465 orang guna mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus.

Vaksinasi tahap pertama berlangsung selama Januari-Februari yang menyasar tenaga kesehatan.

Kemudian vaksinasi tahap kedua dengan waktu pelaksanaan Februari-April 2021 menyasar petugas pelayanan publik, dan lansia alias orang yang berusia lebih dari 60 tahun secara umum.

Tahap ketiga dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022 menyasar masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

Dan tahap keempat juga dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022 menyasar masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin. (*)

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved