Breaking News:

The Natsepa Pecat Karyawan

Puluhan Karyawan The Natsepa Hotel Tetap Mogok Meski Sudah Terima Surat Pemanggilan Kerja

Kemarin, Manajemen The Natsepa Resort, telah memberikan surat pemanggilan kembali bekerja karyawan yang telah melakukan mogok kerja.

TribunAmbon.com/Mesya
AMBON: Puluhan karyawan The Natsepa Hotel melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD Kota Ambon, Jumat (5/3/2021). 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Meski dipanggil untuk masuk kerja kembali, para karyawan The Natsepa Hotel yang sedang mogok kerja tidak mau kembali bekerja.

Kemarin, Manajemen The Natsepa Resort, Subandriya telah memberikan surat pemanggilan kembali bekerja dengan tembusan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku.

Dalam surat yang bersifat penting dengan nomor 012/A&G-TNRCC/OL/III/2021, tertulis memanggil karyawan yang telah melakukan mogok kerja.

Namun mereka enggan kembali bekerja.

Ketua Serikat Pekerja The Natsepa Hotel, Valentine Sahalessy mengakui terdapat 54 karyawan yang menerima surat panggilan pertama dari manajemen perusahaan.

“Ada yang menerima surat panggilan pertama. Teman-teman diminta untuk masuk kerja kembali," ujar Sahalessy, Sabtu (6/3/2021).

 “Mereka telah bersepakat untuk tetap melakukan mogok kerja hingga tuntutan mereka dipenuhi,” ucap dia.

Baca juga: Sambut Belajar Tatap Muka, Semua Guru Termasuk Honorer di Kota Ambon Divaksinasi Mulai Pekan Depan

Baca juga: Pihak the Natsepa Hotel Enggan Komentari Pemecatan Sepuluh Karyawan Secara Sepihak

Untuk itu, mereka berencana kembali mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Senin (8/3/2021) besok.

Seperti tujuan awal, mereka mendatangi kantor perwakilan rakyat itu untuk menyampaikan aspirasi mereka karena tak terima dipecat secara sepihak oleh perusahaan.

Juga, meminta General Manager The Natsepa Hotel yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) harus dipulangkan, serta sepuluh rekan mereka kembali bekerja.

Mereka juga akan mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Maluku agar para karyawan yang telah dipecat sepihak dan yang sementara terancam dipecat mendapatkan pendampinganh hukum. (*)

Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved