Breaking News:

Cuaca Buruk

Waspada, Angin Kencang Masih Mengancam Hingga Tiga Bulan Kedepan

Stasiun Meteorologi BMKG Ambon memprediksikan angin kencang masih berpotensi terjadi hingga tiga bulan ke depan di wilayah Pulau Ambon.

Tribun Ambon/tanita_pattiasina
JEMBATAN MERAH PUTIH - Jembata Merah Putih di kawasan Tantui dan Posso, saat cuaca hujan deras di Kota Ambon, Senin (18/1/2021) pagi. BMKG dan situs Weather Channel memperkirakan hujan di kota Ambon hingga sepekan kedepan 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Stasiun Meteorologi BMKG Ambon memprediksikan angin kencang masih berpotensi terjadi hingga tiga bulan ke depan di wilayah Pulau Ambon.

Hal itu disebabkan masih tingginya pertumbuhan awan cumulonimbus (CB) di wilayah perairan.

Awan cumulonimbus sendiri adalah jenis awan cumulus yang sering dikaitkan dengan berbagai penyebab cuaca ekstrem.

Dampak awan cumulonimbus ini bisa menyebabkan berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang, badai petir, dan curah hujan yang tinggi.

“Tidak menutup kemungkinan cuaca ini akan terus berlangsung hingga mei saat peralihan cuaca ke musim hujan,” kata Sub Koordinator Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura, Wilhelmina Paays, Rabu (3/3/2021) siang.

Lanjutnya, selain pulau Ambon, juga berpeluang terjadi di wilayah Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur,  dan di wilayah Pulau Buru.

Cuaca esktrim ini kerap terjadi dalam masa peralihan musim kemarau ke musim penghujan dan sebaliknya.

Selain itu, adanya fenomena La Nina juga berpengaruh terhadap perubahan cuaca.

“Cuaca ini berpotensi ekstren lagi, ciri-ciri musim peralihan itu kondisi cuaca berubah cepat. Awan CB itu nanti lebih semakin besar untuk terjadi,” jelasnya.

Dia pun mengimbau masyarakat tidak panik serta tidak terpengaruh dengan berbagai informasi terutama di media sosial tentang potensi dan dampak cuaca ekstrem yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menambahkan, bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi cuaca terkini yang resmi dari BMKG. (*)

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Adjeng Hatalea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved