Breaking News:

BBM Oktan Rendah

Merusak Lingkungan, Akademisi Minta Anak Muda Kurangi Penggunaan Bensin Oktan Rendah

Dia mengatakan, penggunaan bensin oktan rendah menyebabkan emisi karbon meningkat dan merusak lingkungan.

TribunAmbon/ Dedi Azis
Akademisi Universitas Pattimura Ambon, Rahayu saat diwawancarai TribunAmbon.com di Gedung Fakultas MIPA Universitas Pattimura, Jumat (26/02/2021). 

Laporan Wartawan, TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Akademisi Universitas Pattimura Ambon, Rahayu meminta anak muda mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) oktan rendah.

“Banyak anak muda menggunakan bensin oktan rendah. Mungkin anak muda bisa memakai pertamax atau pertalite,” ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com di Gedung Fakultas MIPA Universitas Pattimura, Jumat (26/02/2021).

Dia mengatakan, penggunaan bensin oktan rendah menyebabkan emisi karbon meningkat.

“Kalu bisa pakai saja bahan bakar biodiesel dan biopertamax,” kata dia.

Menurutnya, penggunaan bensin oktan rendah sama dengan penggunaan alat alat elektronik yang menggunakan Klorofluokarbon (CFC).

Dia menjelaskan, CFC adalah bahan pendukung kinerja alat elektronik agar mendukung kinerja. Namun, bahan itu penyebab meningkatnya emisi karbon.

 “Jangan menghitung uang anda keluarkan sekarang, tapi bagaimana kita menciptakan lingkungan yang baik kedepannya dengan tidak menggunakan bensin oktan rendah,” tuturnya.

Emisi karbon sendiri adalah gas yang dikeluarkan dari bahan pencemar yang ada di udara. Gas ini beracun.

Kementrian lingkungan hidup sendiri memiliki standar dalam mengukur tingkat emisi karbon yang ada di udara. (*)

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved