Breaking News:

Global

Pembicaraan Damai Berjalan Lambat, Korban Sipil Konflik Afghanistan-Taliban 2020 Capai 8.820

Korban sipil di Afghanistan capai lebih dari 8.000, meningkat tajam setelah pembicaraan damai dimulai pada 2020.

Pembicaraan Damai Berjalan Lambat, Korban Sipil Konflik Afghanistan-Taliban 2020 Capai 8.820
Courtesy / AP PHOTO/RAHMAT GUL
Lokasi terjadinya ledakan bom mobil di Kabul, ibu kota Afghanistan, Minggu (20/12/2020). Ledakan ini menewaskan setidaknya 8 orang dan melukai lebih dari 15 lainnya

KABUL, TRIBUNAMBON.COM - Korban sipil di Afghanistan capai lebih dari 8.000, meningkat tajam setelah pembicaraan damai dimulai pada 2020.

Dalam laporan PBB pada Selasa (23/2/2021), menyerukan gencatan senjata ketika para negosiator bertemu untuk pertama kalinya setelah beberapa pekan tidak ada tindakan.

Pembicaraan damai Afghanistan- Taliban ditengahi AS dimulai pada September, tapi progresnya lambat.

Sementara, kekerasan meningkat dengan ketidakpastian terhadap penarikan pasukan internasional pada Mei seperti rencana semula.

Melansir Reuters pada Selasa (23/2/2021), laporan tahunan misi PBB untuk Afghanistan (UNAMA) mencatat korban sipil pada 2020 mencapai 8.820.

Jumlah itu 15 persen lebih rendah dari 2019, tapi UNAMA mencatat dengan peringatan bahwa terjadi peningkatan tajam korban sipil secara historik dalam 3 bulan terakhir pada 2020, ketika pembicaraan damai dimulai.

Pada tahun lalu, "bisa jadi tahun perdamaian di Afghanistan.

Sebaliknya, ribuan masyarakat sipil dibunuh," kata Deborah Lyons, kepala UNAMA.

Lyons mengulangi seruan untuk gencatan senjata yang telah berulang kali ditolak oleh Taliban.

"Pihak yang menolak mempertimbangkan gencata senjata mengakui konsekuensi yang menghancurkan," ucap Lyons.

Halaman
12
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved