Breaking News:

Maluku Terkini

Terlibat Penjualan Senpi Untuk KKB Papua, Oknum Anggota TNI di Ambon Ditangkap

Anggota aktif berpangkat Praka itu terlibat menjual 600 butir amunisi kaliber 5,56 mm kepada tersangka AT.

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Fandi
MALUKU: Barang bukti penangkapan oknum penjualan senjata api dan amunisi ditunjukan saat gelar kasus di Kantor Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Selasa (23/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Watimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Oknum anggota TNI berinisial MS dari kesatuan Batalyon Infantri 733 Masiriku ditangkap karena terlibat kasus penjualan senjata api dan amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Anggota aktif berpangkat Praka itu terlibat menjual 600 butir amunisi kaliber 5,56 mm kepada tersangka AT.

Selanjutnya oleh AT menyerahkan kepada J, tersangka yang diamankan Polres Bintuni, Provinsi Papua Barat, Rabu (10/2/2021).

Penangkapan oknum anggota TNI itu berawal dari penangkapan AT, warga Kel. Hative Kecil Kec. Baguala Kota Ambon oleh Tim Ditreskrimum Polda Maluku, Minggu (21/2/2021).

Dari hasil pemeriksaan, Praka MS pun disebut sebagai penjual amunisi illegal itu.

"Saat ini Praka MS masih dalam Pemeriksaan lebih lanjut di Mapomdam XVI/ Pattimura" kata Danpomdam XVI/Pattimura Kolonel Cpm Johny Paul Johannes Pelupessy saat menghadiri kegiatan jumpa pers yang digelar Polresta Ambon dan P.P Lease, Selasa (23/02/2021) siang.

Lanjutnya, Praka MS akan dipecat dan proses hukum atas kasus dilanjutkan.

"TNI dalam hal ini Angkatan Darat sangat tidak mentolerir pelanggaran sekecil apapun, jika kedapatan akan diberikan hukuman sesuai hukum yang berlaku, untuk kasus ini Kasad perintahkan hukuman tambahan berupa pemecatan" tandasnya.

Sebelumnya, dua anggota Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease dan empat warga sipil ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka penjualan senjata api dan amunisi ke kelompok Kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Kedua oknum polisi itu yakni, SAP dan MRA. Mereka berenam terancam terancam jerat Pasal 1 UU RI Nomor 12 tahun 51 tentang tindakan darurat dengan ancaman mati atau penjara paling ringan 20 tahun. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved