Breaking News:

Hari Peduli Sampah Nasional

Selain Cegah Abrasi, Hutan Bakau Bisa Jadi Ekowisata di Ambon

Ekosistem bakau punya potensi wisata yang diminati oleh generasi milenial.

Foto Istimewa
Tampak reklamasi di pesisir Pantai Halong Teluk Ambon. Hutan mangrove dibabat habis. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM –  Ketua ikatan Alumni SMA Negeri 2 (SMANDU) Ambon tahun 1990, Kolonel Infantri C. D. B Andries mengatakan hutan bakau bisa dikembangkan menjadi pariwisata berbasis ekowisata.

Dia mengakui, ekosistem bakau punya potensi wisata yang diminati oleh generasi milenial.

“Disamping untuk mencegah abrasi pantai, tanaman bakau bisa sebagai ekowisata,” katanya, Jumat (22/2/2021).

Menurutnya, pemanfaatan bakau sebagai ekowisata adalah langkah baik yang bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat, apalagi jika bersamaan dengan program kampung tangguh.

“ada banyak potensi yang bisa didapatkan oleh warga sekitar tumbuhnya tanaman bakau,” ujar Andries.

Baca juga: Penanaman Lima Ribu Bakau di Pantai Waiheru Raih Rekor MURI

Baca juga: Tebangi Mangrove, Mollucas Coastal Care Sebut Danlantamal IX Ambon Tidak Konsisten Jaga Teluk

Baca juga: Hutan Mangrove di Pesisir Pantai Halong Ambon Dibabat, Anak Perintis Lingkungan Marah

Andries bersama Ikatan Alumni SMA Negeri 2 (SMANDU) Ambon angkatan 1990 menanam 5530 anakan bakau di Pantai Waiheru, November lalu.

Aksi itu langsung mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Piagam penghargaan itu diserahkan ke Pemerintah Kota Ambon diwakili Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Pemberian penghargaan ini dilakukan bersamaan dengan apel pagi memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) oleh pemerintah Kota Ambon.

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved