Breaking News:

Maluku Terkini

Polda Maluku Akui Keterlibatan Oknum Anggotanya Jual Senjata Ilegal ke Papua

Mereka berencana menyelundupkan senjata dan ratusan amunisi ke Nabire, Provinsi Papua melalui Teluk Bintuni. 

Istimewa/Antara
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku akhirnya mengakui keterlibatan dua oknum anggotanya dalam penyelundupan senjata dan amunisi ke Nabire, Provinsi Papua.

"Benar ada anggota Polri yang kami amankan," ujar Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Roem Ohoirat, Senin (22/2/2021).

Meski begitu Polda masih menutup rapat informasi kedua oknum polisi yang santer diberitakan adalah anggota Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Please itu.

"Ini belum saatnya disampaikan ke media," cetusnya.

Lanjutnya, selain anggota polisi, Ohoirat juga menyebut ada warga yang juga diamankan dalam kasus tersebut.

Sebelumnya dijelaskan, penangkapan bermula dari pelaporan seorang warga yang tertangkap aparat Polres Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, Rabu (10/2/2021).

Pelaku tertangkap membawa 2 pucuk senjata api jenis revolver dan senjata api laras panjang. Berikut 600 butir peluru kaliber 5.56 dan 7 butir peluru kaliber 3.8 serta 1 magazin.

"Atas informasi tersebut Kapolda Maluku memerintahkan Kapolres Ambon dengan di bek up oleh Polda Maluku untuk melakukan koordinasi dengan Polres Bintuni dan Polda Papua barat serta melakukan penyelidikan di Ambon," jelas Ohoirat.

Menurut Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Hans Rachmatulloh Irawan, senjata dan ratusan amunisi itu akan diselundupkan ke Nabire, Provinsi Papua melalui Teluk Bintuni. 

"Rencananya akan dibawa ke Kabupaten Nabire, melintas di Teluk Bintuni melalui jalur laut," katanya , Kamis (11/2/2021).

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved