Breaking News:

Ambon Hari Ini

Mertua Meninggal dan Istri Sakit, Penumpang Tujuan Namlea Gagal Berangkat, Ramai di Media Sosial

Cerita tersebut pertama kali diunggah oleh akun facebook Kemal Rey yang menceritakan Udin beserta istri dan anaknya yang gagal berangkat

Sumber: Kemal Rey
Udin beserta istri dan anaknya duduk terdiam di depan ruang tunggu pelabuhan Feri Galala, mereka gagal berangkat terkendala Surat Rapid Tes 

“Isteri saya baru selesai operasi sesar. Uang saya juga sudah habis untuk urus rapid tes. Sekarang benar-benar tidak ada uang,” katanya begitu.

Dia mengaku, mengurus surat itu dengan susah payah. Sayang sekali keberangkatannya harus ditunda.

Udin sempat memohon kepada syahbandar agar diizinkan berangkat dengan menangis tersedu-sedu.

"Bapak Syahbandar tolong katong, mau pulang lihat bapak punya jenazah. Katong keluarga sudah tunggu. Tolong jua, Pak,” ujarnya sembari memeluk istri dan anak gadisnya tersebut.

Sejumlah masyarakat yang menyaksikan kejadian itupun merasa kasihan. Mereka bertanya alasan gagalnya keberangkatan Udin dan keluarganya.

Kemal Rey, pria kelahiran Kota Tual  ini mengaku kasihan sekaligus marah kepada pihak kesehatan dan Syahbandar.

Dia menceritakan, mereka tidak diizinkan berangkat hanya karena kesalahan nama di surat rapid tes.

“Iya betul sekali, waktu kejadian tadi malam dari pihak kesehatan menolak rapid tesnya Bapak Udin lantaran kesalahan nama saja,” ujar dia saat dihubungi melalui telepon, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Kembali Masuk Zona Merah Covid-19, Pemkot Ambon Telah Siapkan Rencana Strategi

Baca juga: Di Pelabuhan Tulehu Ambon, Pengasong di Kapal Ferry Jual Headset dan Charger Hp

Kemal saat itu datang ke pelabuhan mengantar adik-adik organisasinya.

Disana, mereka sama-sama mengantri menunggu surat rapid divalidasi dan memang sempat terjadi keributan lantaran kebijakan ini.

“Hampir berkelahi kemarin. Pak Walikota harus perhatikan hal-hal begini. Kasian mereka diperlakukan begitu. Kita malam itu rela tidak berangkat asalkan mereka berangkat,” ujar dia.

Kemal mengatakan, semua orang termasuk pihak kepolisian pun meminta agar mereka tetap diberangkatkan. Namun, pihak kesehatan tetap bersikukuh keberangkatan mereka harus ditunda. (*)

Penulis: Salama Picalouhata
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved