Kuliner di Maluku
Pendapatan Penjual Rujak di Pantai Natsepa Turun 50 Persen
Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) juga berdampak bagi penjual rujak di Pantai Natsepa.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) juga berdampak bagi penjual rujak di Pantai Natsepa, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.
Omzet pedagang jajanan berbahan aneka buah segar itu menurun drastis.
“Dulu saya kalau jualan hari libur bisa meraup hingga setengah juta. Sekarang sudah tidak lagi,” ujar salah seorang penjual rujak, Irene Suitelan.
Irene mengaku, penjualan itu menurun saat pandemi berlangsung di Kota Ambon.
Pasalnya, hanya sedikit pengunjung yang datang.
Biasanya, perempuan yang biasa berjualan rujak itu, bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp. 500 ribu perhari.
Angka itu cukup tinggi dibandingkan penjualan saat pandemi, yakni hanya berkisar Rp. 200 ribu hingga Rp. 300 ribu.
"Kalau sebelum pandemi biasanya Rp. 500 ribu per hari. Sekarang kalau beruntung hanya sampai 50 persen saja," ujarnya.
Irene berjualan pada saat akhir pekan, atau saat hari libur saja.
Dia berujar, kebanyakan pembeli meminta pesanannya dibungkus lantaran pembatasan aktifitas diruang publik.
Rujak natsepa termasuk salah satu kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung di Kota Ambon.
Bahan yang digunakan seperti rujak pada umumnya, yakni buah-buahan seperti kedondong, jambu, nanas, dan belimbing.
Uniknya, bumbu Rujak Natsepa hanya diulek kasar sehingga kacang masih berukuran cukup besar dan terlihat dalam adonan bumbu.
Apalagi, jumlah kacang yang dimasukkan cukup banyak dibandingkan bumbu rujak pada umumnya.
Selain itu, bumbu rujak ini ditambah dengan sedikit parutan buah pala muda sehingga terasa pedas dan asam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/penjual-rujak.jpg)