Breaking News:

Kuliner di Ambon

Masak Pakai Kayu Bakar, Pisang dan Sukun Goreng di Pasar Minggu Laris Manis

Pisang, sukun dan singkong goreng memang jadi andalan di Pasar Minggu, Desa Paso, Kota Ambon.

TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Salah seorang pedagang gorengan di Pasar Minggu tengah menggoreng sukun di tungku. 

Laporan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pisang, sukun dan singkong goreng memang jadi andalan di Pasar Minggu, Desa Paso, Kota Ambon.

Dari tiga jenis gorengan itu, para pelapak di pesisir pantai Paso itu bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 500 ribu dalam sehari jualan.

"Di akhir pekan, Sabtu dan Minggu bisa untung sampai 500 ribu," ujar Dian Yanamlewan, salah seorang pedagang kepada TribunAmbon.com, Minggu (21/2/2021) sore.

Di hari biasa, Dian juga cukup bersyukur bisa menutup lapaknya dengan isi kantong rerata Rp. 200 ribu.

Menurut Dian, gorengan di Pasar Minggu cukup dikenal warga Kota Ambon dan Maluku Tengah. 

Bukan karena ukuran, namun karena rasanya yang lebih gurih dan enak di lidah.

"Tidak ada resep khusus, cuman karena dimasak pakai kayu bakar," ungkap perempuan yang telah dua tahun melapak itu.

Jejeran lapak pedagang gorengan di Pasar Minggu
Jejeran lapak pedagang gorengan di Pasar Minggu (TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena)

Selain itu, gorengan di perbatasan Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah itu selalu tersaji hangat.

Baca juga: Karibo Coffee, Angkringan Romantis Wisata Kuliner di Kota Jawa Teluk Ambon

"Langsung dari tungku, jadi masih panas. Kalau dingin biasanya pembeli kurang suka," katanya.

Dian dan sembilan pedagang lainnya mulai berjualan sejak pukul 09.00 hingga pukul 20.00.

Selain gorengan, juga disediakan teh dan kopi yang cocok berdampingan dengan sepiring gorengan hangat.

"Ada juga satu lapak khusus jual kelapa muda di lapak paling ujung," cetusnya.

Dinamakan Pasar Minggu karena selalu ramai di akhir pekan, terutama hari minggu.

Pasar Minggu masuk wilayah Passo dan jaraknya kurang lebih 16 Kilometer dari pusat Kota Ambon. (*)

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Adjeng Hatalea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved