Breaking News:

Update Covid 19

Ambon Masuk Zona Merah Covid-19 Bukan Karena Tingkat Penularan, Namun Kematian

Pemerintah kota telah menyiapkan langkah strategis agar segera keluar dari zona merah penyebaran Covid-19.

Dokumentasi Pemprov Maluku
Proses pemakaman jenazah PY (64) di TPU Hunuth, Teluk Ambon, Kota Ambon, Kamis (28/1/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kembalinya Kota Ambon masuk zona merah penyebaran Covid-19 bukan karena tingkat penularan, melainkan karena tingginya angka kematian pasien terkonfirmasi positif.

“Tingkat penularan semakin berkurang dan tingkat penyembuhan semakin meningkat. Namun kematian meningkat,” ungkap Koordinator Bidang Fasilitas Kerja Satgas Covid-19 Kota Ambon, Benny Selanno, Jumat (19/2/2021).

Selanno menjelaskan, tingginya angka kematian disebabkan keterlambatan evakuasi orang yang sakit ke fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas.

“Warga terlalu takut membawa keluarga atau orang yang sakit itu untuk diperiksa di rumah sakit,” kata pria yang juga menjabat Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) Ambon itu.

“Nah, ketika orang itu dalam kondisi kritis dan beberapa waktu kemudian meninggal. Setelah dilakukan tindakan medis, terkonfirmasi positif,” imbuhnya

Lanjutnya, pemerintah kota telah menyiapkan langkah strategis agar segera keluar dari zona merah penyebaran Covid-19. Namun penerapannya masih menunggu pengkajian aspek hukum.

“Sementara dipersiapkan, sehingga ketika diberlakukan tidak ada dampak hukum,” ungkapnya.

Kota berpenduduk 368.987 jiwa ini kembali masuk zona merah dengan skoring dibawah 1.81.

Sesuai sokring yang ditetapkan, zona merah (risiko tinggi) bila suatu daerah mendapat skor 0 - 1,80.

Sedangkan zona oranye (risiko sedang) dengan skoring 1,81 - 2,40.

Untuk zona kuning (risiko rendah) dengan skoring 2,41 - 3,00.

Sementara itu, zona hijau (tak ada kasus) bila suatu daerah tak tercatat kasus positif atau pernah terdapat kasus namun tidak ada penambahan kasus baru dalam 4 minggu terakhir dan angka kesembuhan 100%. (*)


Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved