Breaking News:

Kasus Pembobolan BNI

Janji Urung Bayar, 5 Korban Kasus BNI Ambon Maju Jalur Hukum

Gugatan perdata itu mencakup tuntutan pengembalian dana yang dibobol oleh mantan Pegawai BNI Ambon yakni Faradiba cs.

kompas.com Rahmat Rahman Patty
Bank BNI Ambon 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Lima dari 32 korban kasus pembobolan dana nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) di Ambon ajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Ambon.

Kelima penggugat itu yakni, Imran Laisouw, Sitti Latuapo, Risman, Suriyani, dan Faisal Kotalima.

Gugatan perdata itu mencakup tuntutan pengembalian dana yang dibobol oleh mantan Pegawai BNI Ambon yakni Faradiba cs.

Hingga kini dana tersebut belum dikembalikan oleh pihak BNI selaku pihak tergugat padahal kasus pembobolan itu sudah bergulir sejak 2019 lalu.

“Kelima nya mengalami kerugian berjumlah Rp 2 Miliar 866 juta,” ungkap perwakilan penasehat hukum (PH) penggugat, Lutfhi Sanaky, Rabu (17/2/2021).

Dengan rincian yakni Imran dan Sitti berjumlah Rp 300 juta, Risman berjumlah Rp 676 juta, Suriyani berjumlah Rp 1 Miliar 450 juta, dan Faisal berjumlah 440 juta.

Baca juga: Terdakwa Kasus BNI Tata Ibrahim Ajukan Banding

Sementara itu 27 orang lainnya tidak mengajukan gugatan dengan harapan pihak BNI mengembalikan dana mereka tanpa perpanjangan hukum.

“Kami berharap pihak BNI bertanggung jawab dan mengembalikan mengembalikan dana-dana kami yang hilang,” kata Pajar Madia, salah seorang korban.

Hingga kini, gugatan tersebut sudah masuk dalam sidang pemanggilan saksi dari pihak penggugat, Rabu (17/2/2021) pagi hari.

Sidang akan berlangsung kembali minggu depan dengan agenda pemanggilan saksi ahli. (*)

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved