Breaking News:

Dugaan Korupsi

Alasan Kejaksaan Tak Hadir dalam Sidang Praperadilan Ferry Tanaya

Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku tidak menghadiri sidang praperadilan ang dilayangkan Ferry Tanaya. 

TribunAmbon.com/Salama
MALUKU - Pengusaha Ferry Tanaya kembali dite¬¬tapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 10 megawatt di Namlea, Kabupaten Buru, Maluku. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com Salama Picalouhata

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku tidak menghadiri sidang praperadilan ang dilayangkan Ferry Tanaya. 

Sebelumnya, Ferry Tanaya melayangkan gugatan praperadilan setelah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus korupsi pembelian lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 10 megawatt di Namlea, Kabupaten Buru.

"Ketidakhadiran pihak baik pemohon atau termohon pada sidang pertama pra peradilan), biasanya karena ada kendala atau halangan tertentu," ujar Kasi Penkum Samy Sapulette saat dikonfirmasi, Selasa, (16/2/2021)

Dia menyebut, hukum acara memberikan ruang untuk pihak yang tidak hadir dipanggil lagi. 

"Hal seperti ini bukan yang pertama terjadi," jelasnya.

Dia mengatakan, alasan ketidakhadiran termohon dalam sidang pra peradilan akan dicek nantinya. Namun dia memastikan pihaknya akan hadir pekan depan.

"Jadi ikuti saja saya kira pada sidang yang akan datang termohon akan hadir,"

Sidang beragendakan pembacaan memori praperadilan ini ditunda lantaran pihak termohon dinyatakan tidak hadir.

Pihak Tanaya juga tidak keberatan dengan putusan penundaan oleh hakim tersebut.

Ferry Tanaya mengajukan gugatan praperadilan guna memerkarakan jerat hukum dari kejaksaan.

Gugatan terdaftar dengan nomor perkara 1/Pid.Pra/2021/PN Amb itu berkaitan dengan langkah kejaksaan menetapkannya sebagai tersangka.

Halaman
Penulis: Salama Picalouhata
Editor: Adjeng Hatalea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved