Breaking News:

Ambon Hari Ini

FOTO-FOTO: Dengan Ciuman, Ratusan Kerabat Sambut Mayat Johan Wattilete di Pantai Latuhalat Ambon

Kabar hilangnya nelayan tradisional ini setelah salah seorang warga di dekat gereja Protestan Airlouw mendengarkan teriakan minta tolong Johan

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Nur Thamsil Thahir
FOTO-FOTO: Dengan Ciuman, Ratusan Kerabat Sambut Mayat Johan Wattilete di Pantai Latuhalat Ambon - nelayan-hilang_nuswine_14022021-1.jpg
SAR/Tribun Ambon/Fandi Wattimena
NELAYAN NUSAWINE - kerabat, keluarga dan tetangga di Kampung Airlouw, Negeri Nusawine, menyambut mayat Johan Watilete di bibir Pantai Latulahat, Nusaweine, Ambon, Minggu (14/2/2021). Watilete dinyatakan hilang sekiuar pukul 07.00 Wit, mayatnya ditemukan dalam oprasi SAR Ambon dan gabungan dengan warga.
FOTO-FOTO: Dengan Ciuman, Ratusan Kerabat Sambut Mayat Johan Wattilete di Pantai Latuhalat Ambon - nelayan_nusawine_2021-02-14_at_1721_20_jpeg.jpg
Tribun Ambon/Fandi Wattimena
NELAYAN NUSAWINE - kerabat, keluarga dan tetangga di Kampung Airlouw, Negeri Nusawine, menyambut mayat Johan Watilete di bibir Pantai Latulahat, Nusaweine, Ambon, Minggu (14/2/2021). Watilete dinyatakan hilang sekiuar pukul 07.00 Wit, mayatnya ditemukan dalam oprasi SAR Ambon dan gabungan dengan warga.
FOTO-FOTO: Dengan Ciuman, Ratusan Kerabat Sambut Mayat Johan Wattilete di Pantai Latuhalat Ambon - nelayan-hilang_nusawine_2021_0214.jpg
SAR/Tribun Ambon/Fandi Wattimena/
NELAYAN NUSAWINE - kerabat, keluarga dan tetangga di Kampung Airlouw, Negeri Nusawine, menyambut mayat Johan Watilete di bibir Pantai Latulahat, Nusaweine, Ambon, Minggu (14/2/2021). Watilete dinyatakan hilang sekiuar pukul 07.00 Wit, mayatnya ditemukan dalam oprasi SAR Ambon dan gabungan dengan warga.
FOTO-FOTO: Dengan Ciuman, Ratusan Kerabat Sambut Mayat Johan Wattilete di Pantai Latuhalat Ambon - nelayan-hilang_nusawine_2021_0214-1.jpg
SAR/Tribun Ambon/Fandi Wattimena
NELAYAN NUSAWINE - kerabat, keluarga dan tetangga di Kampung Airlouw, Negeri Nusawine, menyambut mayat Johan Watilete di bibir Pantai Latulahat, Nusaweine, Ambon, Minggu (14/2/2021). Watilete dinyatakan hilang sekiuar pukul 07.00 Wit, mayatnya ditemukan dalam oprasi SAR Ambon dan gabungan dengan warga.
FOTO-FOTO: Dengan Ciuman, Ratusan Kerabat Sambut Mayat Johan Wattilete di Pantai Latuhalat Ambon - nelayan-hilang_nusawine_2021_0214-2.jpg
SAR/Tribun Ambon/Fandi Wattimena
NELAYAN NUSAWINE - kerabat, keluarga dan tetangga di Kampung Airlouw, Negeri Nusawine, menyambut mayat Johan Watilete di bibir Pantai Latulahat, Nusaweine, Ambon, Minggu (14/2/2021). Watilete dinyatakan hilang sekiuar pukul 07.00 Wit, mayatnya ditemukan dalam oprasi SAR Ambon dan gabungan dengan warga.

Seperti kebanyakan nelayan tradisional di Teluk Ambon dan Maluku, Watilete melaut seorang diri, sekiuar pukul 05.30 Wit.

Kepala Basarnas Ambon, Mustari, mengkonfirmasikan penemuan jenazah warga Kampung Airlouw Rt 012/04 Negeri Nusaniwe ini melaut sendiri sekitar pukul 07.00 WIT.

"Tim sudah temukan dan dievakuasi ke kampung," katanya kepada TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Minggu (14/2/2021) pukul 16.30 WIT.

SAR mengkonfirmasikan Johan diperkirakan terjatuh dari Long Boat dan hilang di sekitar perairan Dusun Airlow Desa Latuhalat (Kota Ambon) pada  Koordinat 03° 46.686‘ S – 128° 9.420’ E.

Sore ini jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka di Latuhalat setelah penyerahan jenazah dari Basarnas ke keluarga korban.

Diberitakan sebelumnya, korban dikabarkan tenggelam setelah terjatuh dari atas long boat di kawasan pantai dusun Air Low, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Basarnas Ambon beserta warga setempat langsung melakukan pencarian setelah mendapat informasi itu.

Basarnas menggerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) berisi tujuh personil.

Sementara warga menggunakan tiga unit longboat untuk membantu pencarian.

Dalam sebulan terakhir di 2021, sudah dua korban meninggal di perairan Teluk Ambon.

Nelayan dari kampung Airlouw, Negeri Nusaniwe, hilang saat melaut di perairan Airlouw, dan Negeri Latuhalat, Teluk Luar Ambon, Kota Ambon, Maluku. (*)

Adalah Rein Watilette, kemenakan Johan yang kali pertama melaporkan kedian ini, sekitar pukul 10.30 Wit.

Dugaan sementara nelayan berusia 48 tahun ini hilang setelah terjadi dari perahu yang ditumpanginya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved