Breaking News:

Hukum & Kriminal

Raja Porto Divonis Setahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

Vonis di Pengadilan Negeri Ambon itu lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu 1,6 tahun penjara.

TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Korupsi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Salama Picalouhata

AMBON,TRIBUNAMBON.COMRaja Porto Marthen Nanlohy, divonis satu tahun penjara terkait kasus korupsi dana desa, Kamis, (11/1/2021).

Vonis di Pengadilan Negeri Ambon itu lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu 1,6 tahun penjara.

Raja Porto itu juga dihukum membayar denda Rp 50 juta subsider sebulan penjara.

Majelis hakim yang diketuai, Felix Wiusan dalam amar putusannya mengatakan, putusan dijatuhkan kepada terdakwa karena terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dalam Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

”Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ucap majelis hakim.

Menurut majelis, putusan yang dijatuhkan telah melalui pertimbangan. Dari segi memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Selain itu, perbuatan terdakwa berdampak pada masyarakat di Negeri Porto,” katanya.

Hadiri Sidang, Anak Thomas Keliombar Ingatkan Sang Ayah

Terkait putusan itu, Jaksa Penuntut Umum Ardy masih menyatakan pikir – pikir. 

Mereka belum memastikan apakah akan mengajukan banding atau sebaliknya atas putusan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Salama Picalouhata
Editor: Fandi Wattimena
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved