Breaking News:

Pertashop di Maluku

23 Unit Tersebar di Maluku, Berikut Skema Bisnis Buka Usaha Pertashop

Pertashop adalah SPBU mini yang resmi bekerjasama dengan Pertamina. Harga yang dijual Pertashop juga sama dengan BBM yang dijual di SPBU Pertamina.

Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Adjeng
MALUKU - Salah satu unit layanan Pertashop di kawasan Pantai Natsepa, Suli, Salahutu, Maluku Tengah, Rabu (10/2/2021). 

MALUKU, TRIBUNAMBON.COM - Pertamina MOR VIII Maluku – Papua telah menempatkan pelayanan Pertashop sebanyak 23 unit. Ke-23 unit ini tersebar di Provinsi Maluku, mencakup Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Kabupaten Maluku Tengah.

Adapun unit Pertashop yang berlokasi di Pulau Seram akan memperoleh pengisian BBM jenis Pertamax dari Fuel Terminal Kota Masohi.

Sementara untuk tiga unit Pertashop yang berada di Pulau Ambon pengisian diperoleh dari Fuel Terminal Wayame.

GRAFIS: 23 Pertashop yang tersebar di Maluku
GRAFIS: 23 Pertashop yang tersebar di Maluku (TribunAmbon.com/Juna)

Dikutip dari Pertamina, peluang kerjasama kemitraan bisnis Pertashop dibuka kepada Pemerintahan Desa, Koperasi serta pelaku usaha atau UKM di seluruh Indonesia.

Melalui kerja sama tersebut, Pertamina menargetkan dari 7.196 kecamatan di Indonesia, sebanyak 3.827 kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur akan dibangun satu outlet Pertashop.  

Jadi, bagi Anda yang tertarik berwirausaha menjual bahan bakar minyak (BBM) resmi tetapi tak cukup modal membangun stasiun pengisian bahan bakar umum ( SPBU), opsi membuka Pertashop bisa jadi alternatif.

Pertashop adalah SPBU mini yang resmi bekerjasama dengan Pertamina. Harga yang dijual Pertashop juga sama dengan BBM yang dijual di SPBU Pertamina.

Pasokan BBM juga rutin dipasok dari truk-truk tangki Pertamina.

Pertashop juga merupakan lembaga penyalur Pertamina skala kecil yang disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non-subsidi, LPG non-subsidi dan produk Pertamina Ritel lainnya yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain.

Lalu bagaimana cara membuka Pertashop dan skema bisnisnya?

Dikutip dari laman resmi kemitraan Pertamina, ada dua skema bisnis membuka usaha Pertahop yakni skema DODO di mana biaya investasi dan biaya operasional seluruhnya ditanggung mitra.

Skema kedua adalah CODO atau biaya investasi dilakukan oleh Pertamina, sementara mitra hanya cukup mengeluarkan biaya untuk kebutuhan operasi.

Untuk skema pertama, biaya yang diperlukan untuk investasi awal dan operasional adalah sebesar Rp 250 juta. Sementara skema kedua atau CODO yakni sekitar Rp 80 juta.

Contohnya untuk membuka usaha Pertashop Gold, maka luas minimum yang diperlukan yakni kurang lebih 210 meter persegi atau 15 x 14 meter.

Berikut syarat menjadi mitra Pertashop: Memiliki legalitas usaha berbentuk badan usaha dan atau badan hukum (CV, koperasi, PT). Memiliki kelengkapan dokumen legalitas berupa KTP, NPWP, akta perusahaan.

Memiliki atau menguasai lahan untuk pengoperasian Pertashop. Mendapatkan rekomendasi dari Kepala Desa

Kriteria lokasi Pertashop: Aksesibilitas Desa (akses mobil tangki , akses pengiriman modular) Ketersediaan Jaringan Listrik. Lokasi yang akan dibangun Pertashop memiliki potensi omset yang baik secara keekonomian.

Evaluasi kelayakan lokasi akan dilakukan oleh PT Pertamina (Persero)

Untuk tahapan pendaftaran Pertashop yakni: Tahap pengajuan meliputi input data di laman kemitraan pertamina.com, detail lokasi, legalitas badan usaha, dan melampirkan surat rekomendasi desa Verivikasi lapangan melengkapi administrasi berupa persyaratan Pemda dan penguasaan lahan Izin bangun meliputi desain yang disetujui Pertamina dan proses pembangunannya Melakukan kontrak dalam jangka waktu 10 tahun Operasional

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved