Breaking News:

Gempa Bumi

BMKG Catat Dua Gempa Susulan Dirasakan Usai Gempa Magnitudo 5,4 di Tepa, Maluku Barat Daya

BMKG menginformasikan, bahwa gempa yang terjadi di Maluku Barat Daya tidak berpotensi tsunami. Gempa susulan itu hanya dirasakan dalam skala MMI III

Grafis Tribunnews.com/Juna Putuhena
Ilustrasi Gempa 

TRIBUNAMBON.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, ada 2 kali gempa susulan usai gempa bumi Magnitudo 5,4 melanda Tepa, Maluku Barat Daya, Selasa, (9/2/2021).

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpotensi Tsunami

Berdasarkan pencatatan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), enam aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan kekuatan maksimum magnitudo 4,9.

Gempa susulan pertama bermagnitudo 4,1 terjadi pukul 21:05 Wit.

Pusat gempa berada di 56 km Utara Tepa, Maluku Barat Daya.

Berdasarkan titik koordinatnya, gempa terjadi di lokasi 6.91 LS serta 129,64 BT.

Gempa di Utara Tepa ini terjadi dengan kedalaman 183 Km.

Setengah jam kemudian, pada pukul 21:47 Wit, gempa magnitude 4,9 kembali terjadi.

Gempa itu tercatat terjadi di kedalaman 208 Km.

BMKG juga menginformasikan, bahwa gempa yang terjadi di Maluku Barat Daya tidak berpotensi tsunami.

Gempa susulan itu hanya dirasakan dalam skala (MMI) II-III.  

Dilansir dari bmkg.go.id, Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

MMI I artinya getaran dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

MMI II memiliki arti getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Sedangkan MMI III merupakan getaran dirasakan nyata dalam rumah.

MMI III getaran terasa seakan-akan ada truk berlalu.

Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved