Breaking News:

Ambon Terkini

Setelah 20 Tahun, Rumah Pengungsi Pasca-Konflik Ambon Akhirnya Dibangun

Pembangunan rumah pengungsi pasca konflik ini ditargetkan rampung tahun 2022 mendatang.

TribunAmbon.com/Mesya
MALUKU - Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Provinsi Maluku, Denny Lilipory usai mengikuti rapat pembahasan bantuan perumahan untuk keluarga miskin bersama Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Selasa (9/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM –  Pasca konflik Ambon tahun 1999, sejumlah masyarakat mengungsi di Air Manis, Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku.

Selama kurang lebih 20 tahun, mereka menempati rumah yang terbilang tidak layak huni.

Namun dalam waktu dekat ini, Pemerintah Provinsi Maluku akan segera membangun rumah baru para pengungsi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Provinsi Maluku, Denny Lilipory.

“Akan dibangun 106 unit perumahan untuk keluarga kurang mampu yang mengungsi di Air Manis Laha,” kata Denny Lilipory di Gedung DPRD Provinsi Maluku, Selasa (9/2/2021).

Ibu Rumah Tangga 33 Tahun Jadi Korban Ke-99 Corona Maluku, Korban 1 Pedagang Pasar Mardika

Jaksa Periksa Raja dan Mantan Raja Negeri Tawiri soal Pembebasan Lahan

Sekprov Maluku: Pembebasan Lahan & Relokasi 150 Rumah Warga Desa Waai dan Liang Rampung Mei 2021

Ia mengatakan, pembangunan ini ditargetkan rampung tahun 2022 mendatang.

Penyusunan anggaran untuk pembangunan 106 unit rumah tersebut juga secepatnya akan dilakukan pihaknya.

“Besok saya ketemu Sekda Maluku untuk koordinasi soal pembangunan 106 unit rumah ini agar 2022 mendatang sudah siap penataan kawasan tersebut,” katanya.

Bantuan 106 unit rumah itu akan dibangun ini dengan rumah tipe 36.

Rumah ini nantinya berukuran 36 meter persegi.

Rumah baru mereka itu akan dilengkapi 2 kamar tidur, ruang dapur, kamar mandi dan ruang tamu sekaligus merangkap sebagai ruang keluarga.

Untuk diketahui, sejumlah pengungsi itu berasal dari Desa Kayeli, Kecamatan Teluk Kaiely, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.

Mereka mengungsi ke Laha saat konflik di Maluku pada 1999 silam.

Penulis: Mesya Marasabessy
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved