Breaking News:

Maluku Terkini

Ex Kepala SMK 3 Banda Neira Jalani Rapid Antigen Sebelum Masuk Penjara

Rahman Ladjai ditahan atas kasus dugaan penyalahgunaan dana BOS SMK 3 Maluku Tengah Rp 600 Juta tahun anggaran 2015 hingga 2019

Ex Kepala SMK 3 Banda Neira Jalani Rapid Antigen Sebelum Masuk Penjara
Tribun Ambon/dok_kejati_maluku
DANA BOS - Eks Kepala SMKN 3 Maluku Tengah di Banda Naira, Rahman Ladjai, saat diserahkan ke Rumah Tahanan Kelas II A Ambon, Selasa (9/2/2021) siang. Rahmad ditahan sebelum jalani sidang penuntutan di PN Ambon, karena gelapkan Rp600 juta dana BOS 2015-2019

Modusnya; tersangka Rahman Ladjai me-mark-up dana pengadaan, pencairan uang untuk program fiktif, hingga memalsukan tandatangan bawahannya untuk pencairan gaji guru-guru honor di SMK 3 Malteng.

Tersangka dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK Negeri 3 Malteng di Banda Neira.
Tersangka dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK Negeri 3 Malteng di Banda Neira. (TribunAmbon.com/ Salma Picalouhata)

Berkas perkara Rahman Ladjai selanjutnya disiapkan untuk berkas penuntutan oleh tim jaksa penuntut umum.

Berkas penuntutan ini jadi rujukan untuk melanjutkan proses pengadilan, dakwaan dan vonis di pengadilan negeri Maluku Tengah.

Mantan Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Kabupaten Maluku Tengah di Banda Neira itu, ditetapkan sebagai tersangka setelah memeriksa sejumlah saksi-saksi dan bukti pendukung lainnya.

Pada tahun 2015-2019, sekolah itu mendapat kucuran dana BOS dari pemerintah untuk kepentingan sekolah sesuai dengan petunjuk teknis.

Perbuatan itu merugikan negara hingga Rp.600 juta lebih.

Tersangka disangkakan dengan pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 64 KUHP. (*)

Penulis: Salama Picalouhata
Editor: Nur Thamsil Thahir
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved