Breaking News:

UPDATE COVID19 Maluku

BREAKINGNEWS: 18 Hari di RS Haulussy Ambon, Ibu 33 Tahun Jadi Korban Meninggal ke-99 Covid-19 Maluku

Sekadar informasi, pasien COVID-19 meninggal pertama di Maluku adalah pria berusia 40 tahun, pada 6 Mei 2020. Ia pedagang di Pasar Mardika

1. Akhir Januari, Sebanyak 42 dari 3593 PNS Pemrov Maluku Dinyatakan Positif Covid-19

MALUKU - Personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku rutin melakukan patroli di gudang penyimpanan Vaksin Sinovac di Ambon, Jumat (29/1/2021).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Maluku Adonia Rerung, di Ambon, pekan lalu, menungkapkan sebanyak 42 dari 3.593 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Provinsi Maluku dinyatakan positif virus Corona.

Mereka dinyatakan terpapat usai rapid test antigen, sepanjang akhir Januari 2020 lalu.

"Rapid massal pemprov dimulai pada 21 Januari 2021. Ini diikuti 500 ASN. Hasilnya lima orang  terkonfirmasi positif.

Sedangkan pada 22 Januari diikuti 860 ASN di tiga lokasi berbeda yakni Kantor Gubernur, halaman Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Waihaong dan kantor Dinas Kesehatan Maluku di Karang Panjang, di mana hasilnya 10 ASN dinyatakan positif.

Di kantor Gubernur Maluku diikuti 435 orang dan empat orang dinyatakan positif, sedangkan di DKP Waihaong diikuti 121 ASN dan empat orang positif, sedangkan di kantor Dinkes dari 304 ASN yang ikut dua orang hasilnya positif.

Di hari ketiga tes cepat antigen diikuti 1.047 ASN yang tersebar di kantor Gubernur 396 ASN, DKP Waihaong 299 ASN dan 352 ASN di kantor Dinkes 10, di mana hasilnya 10 orang hasilnya positif.

Sedangkan pada 25 Januari diikuti 671 ASN, yakni 348 orang di kantor Gubernur dan 10 orang dinyatakan positif, 108 orang di DKP Waihaong serta 215 di kantor Dinkes dan tiga orang hasilnya positif.

260 ASN tercatat mengikuti tes cepat antigen di halaman kantor Gubernur, 194 orang di kantor DKP Waihaong dan 61 orang ASN lainnya di kantor Dinkes Maluku.

Empat kasus positif masing-masing dua ASn yang mengikuti tes cepat antigen di DKP Waihaong dan kantor Dinkes.

"Seluruh ASN yang hasil tes cepat antigen dinyatakan positif, telah menjalani tes usap di kantor Dinkes Maluku, tetapi hasilnya belum diperoleh," katanya.

Dia menambahkan, tes cepat antigen di wajibkan untuk seluruh ASN di lingkup dinas, badan dan biro lingkup Pemprov Maluku, termasuk wartawan, guna menekan penyebaran kasus Covid-19 di perkantoran.

Sedangkan data Satgas Covid-19 Maluku akumulasi kasus terkonfirmasi di Maluku hingga Selasa (26/1) tercatat sebanyak 6.316 kasus, di mana 5.366 orang dinyatakan sembuh, 95 orang meninggal dan sisanya 855 orang masih dalam perawatan. 

Halaman
Penulis: Helmy Tasidjawa
Editor: Nur Thamsil Thahir
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved