Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Usai Divaksin Sinovac 10 Tenaga Medik di Ambon Dilaporkan Lapar, Ngantuk dan Mual; Apa Sesungguhnya

715 nakes ditolak lantaran ada penyakit penyerta yang tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi dan 749 nakes lainnya masih ditunda.

Courtesy/ Facebook UPTD Puskesmas Taar
Kepala UPTD Puskesmas Taar, Marthen Daud Tallaut, saat Menerima Vaksin Covid-19, Rabu (3/2/2021). 

Setidaknya ada tiga level gejala umum yang dialami usai vaksin. Sebanyak 2.052 dari 3.525 tenaga kesehatan Kota Ambon  yang terdaftar telah menerima vaksin Covid-19 tahap pertama.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Helmy Tasidjawa

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sedikitnya 10 tenaga medik dan paramedik atau tenaga kesehatan pemerintah di Kota Ambon dilaporkan mengantuk, lapar, pusing, mual dan atau demam pasca-vaksinasi peningkat imun Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Jenis vaksin yang disuntikkan di bagian otot lengan tenaga medik di ibu kota Provinsi Maluku itu adalah vaksin Sinovac asal China.

Dilaporkan, gejala pusing, lapar, demam dan atau demam bagi ke-10 tenaga kesehatan ini terjadi sekitar 30 menit usai vaksinasi.

Ototitas kesehatan Ambon menyebut gejala tersebut tidak berlangsung lama dan tidak lebih dari 24 jam.

Satu Keluarga Meninggal Tertular Covid19, Berawal Dari Sang Ibu Yang Sembunyikan Hasil Diagnosis

Maluku Lumbung Ikan Nasional, Proyek 6 Menteri Kelautan; 1000 Kapal Era Pudji, 7 Dirjen Edhy Prabowo

Pejabat jawatan kesehatan Kota Ambon, menyebut gejala itu dengan istilah kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) pascavaksinasi.

Pihaknya menjamin efek KIPI itu tidaklah mengkhawatirkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy Kepada TribunAmbon.com Sabtu (6/2/2021), menyebut kejadian ini lumrah dan efek tak serius.

"Hanya gejala umum yang dirasakan nakes seperti pusing dan mual, kemerahan dan pembengkakan yang terjadi di sekitar area suntik," ujarnya kepada TribunAmbon.com.

VAKSINASI - Gubernur Maluku, Murad Ismail saat menerima vaksinasi dosis kedua di RSUP dr. J leimena, Jumat (29/1/2021).
VAKSINASI - Gubernur Maluku, Murad Ismail saat menerima vaksinasi dosis kedua di RSUP dr. J leimena, Jumat (29/1/2021). (TribunAmbon.com/Mesya)

Menurutnya selama tenaga kesehatan Kota Ambon jalani vaksin sinovac, sedikitnya 10 kasus KIPI non-serius yang dilaporkan.

Sebanyak 2.052 dari 3.525 tenaga kesehatan Kota Ambon  yang terdaftar telah menerima vaksin Covid-19 tahap pertama.

Sedangkan 715 nakes ditolak lantaran ada penyakit penyerta yang tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi dan 749 nakes lainnya masih ditunda.

Menurutnya itu hanya gejala umum yang biasa dirasakan usai divaksin ataupun di imunisasi dan terpantau tidak berlangasung lama.

"Hanya gejala umum yang dirasakan nakes seperti pusing dan mual, kemerahan dan pembengkakan yang terjadi di sekitar area suntik," jelasnya.

Menurutnya sejauh ini belum ada laporan terkait adanya Nakes yang alami KIPI yang serius atau gejalanya lebih dari 24 jam pasca vaksinasi.

"Kalau KIPI ringan atau non serius itu eveknya tidak lebih dari 24 jam, namun KIPI serius ialah mereka yang mengalami gejala lebih dari 24 jam pasca Imunisasi, dan sampai sekarang tidak ada," ungkapnya. (*)

Halaman
Penulis: Helmy Tasidjawa
Editor: Nur Thamsil Thahir
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved