Breaking News:

Sertifikasi Guru

Penumpukan Guru di Sekolah, Siahaya Usul Lakukan Mutasi

Di sekolah itu, terdapat sebelas tenaga pengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Mesya
Anggota Komisi II, Margaretha Siahay memberikan saran saat rapat pembahasan penumpukan guru di SMP Negeri 2 Ambon, Kamis (4/2/2021). 

Laporan wartawan TribunAmbon.com Mesya Marasabesy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Komisi II DPRD Kota Ambon membahas adanya penumpukan guru di SMP Negeri 2 Ambon.

Pembahasan dilakukan setelah salah satu guru mengadu tidak kunjung lolos sertifikasi, lantaran tidak memenuhi jam mengajar.

Di sekolah itu, terdapat sebelas tenaga pengajar mata pelajaran yang sama, yakni Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Hal tersebut membuat para tidak kebagian jam mengajar dan berpengaruh pada tunjangan profesi dari para guru.

Tidak Lolos Sertifikasi, Seorang Guru di Ambon Lapor DPRD

Untuk itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Margaretha Siahay mengatakan, perlu adanya pemberlakuan mutasi guru ke sekolah.

“Jumlah guru itu sudah melampaui batas kuota guru dengan mata pelajaran yang sama di satu sekolah,” kata Siahay saat rapat, Kamis (4/2/2021).

Menurutnya, penumpukan guru membuat para tenaga pengajar tidak memenuhi target kuota jam belajar sebanyak 24 jam.

Dia menuturkan, ada kemungkinan guru mendapatkan sertifikasi jika dipindahkan.

Sehingga, para guru bisa mendapatkan sertifikasi tanpa ada kecemburuan, “dan marah- marah satu dengan lainnya,” kata Kader Partai Golkar itu.

Rita Rahakratat, seorang tenaga pengajar di SMP Negeri 2 Ambon yang tidak kunjung lolos sertifikasi guru mengadu ke DPRD.

Dia menilai, hal itu tidak adil lantaran berulang kali mengikuti sertifikasi, namun dia tidak juga lolos.

Rita sendiri telah 20 tahun menjadi tenaga pengajar di SMP Negeri 2 Ambon.

Penulis: Mesya Marasabessy
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved