Breaking News:

Kasus Korupsi

Jaksa Lelang Barang Milik Terpidana Korupsi Bulan Depan

Pelelangan ini akan dilakukan pada pertengahan Februari, berdasarkan jadwal dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

net
Ilustrasi korupsi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Salama Picalouhata

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Kejaksaan Negeri Ambon Benny Santoso mengatakan, akan melelang sejumlah aset milik Heintje Toisuta yang disita dalam kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang pembelian lahan dan gedung kantor cabang Bank Maluku Malut di Surabaya.

Pelelangan ini akan dilakukan pada pertengahan Februari, berdasarkan jadwal dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

" Mungkin minggu kedua Februari kita umumkan pelelangan," kata Santoso melalui telepon, Sabtu (30/1/2021).

Dia melanjutkan, dua unit rumah dan tanah milik Heintje itu akan dilelang dengan  barang-barang rampasan yang lain.

"Nanti lelangnya dibarengkan dengan barang rampasan yang lain," jawabnya.

Santoso menjelaskan, proses penilaian harga wajar dari KPKNL Ambon yang dibicarakan Rp 2,4 miliar. Lalu, pihaknya sebagai pemilik dan penjual akan menetapkan harga limit dalam proses lelang nanti.

Pihaknya sedang menunggu info lebih lanjut dari KPKNL, yang memegang kewenangan untuk melelang kendaraan milik negara dan pemerintah daerah.

Selama ini Heintje belum mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 7,2 miliar.

Saat kasus ini dalam penyidikan, Kejati Maluku  pernah menyita sejumlah aset Heintje. Salah satunya, tanah dan rumah miliknya di Jalan Dokter Kayadoe Kudamati, RT 002/RW 05, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Penyitaan itu, berdasarkan surat penetapan Izin Penyitaan Pengadilan Negeri Ambon Nomor: 83/Pen.Pid.Sus-TPK/2016/PN.AB tanggal 18 Agustus 2016 dan surat perintah Kajati Maluku Nomor: PRINT-230/S.1/Fd.1/08/2016 tanggal 30 Agustus 2016.

Heintje Abraham Toisuta divonis 12 tahun penjara lantaran terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan TPPU pembelian lahan dan bangunan bagi pembukaan Kantor Cabang Bank Maluku dan Maluku Utara di Surabaya tahun 2014 yang merugikan keuangan negara senilai Rp 7,6 miliar.

Selain 12 tahun penjara, Heintje juga dihukum membayar denda Rp 800 juta subsider 7 bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp 7,2 miliar subsider 4 tahun penjara.

Penulis: Salama Picalouhata
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved