Breaking News:

Covid19 Kota Ambon

Skoring Zonasi Kota Ambon Turun 1,87,  Ini Sebabnya.

Kota Ambon kembali mengalami penurunan skoring status zonasi Covid-19.

TribunAmbon.com/Courtesy Humas Satgas Ambon
Update Data Covid-19 di Kota Ambon untuk 21 Januari 2021 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Kota Ambon kembali mengalami penurunan skoring status zonasi Covid-19.

Per17 Januari hingga kini, skoring turun hingga 1,87 atau berada diposisi resiko sedang,  meski masih tetap di zona orange.

Padahal sebelumnya angka skoring zonasi berada di posisi 2.01.

Baca juga: Vaksinasi Dimulai di Maluku, Satgas Covid-19 Ambon Catat 5 Kasus Positif dalam 3 Hari

Juru bicara Satgas Penanggulangan Covid-19, Joy Adriaansz mengatakan kepada TribunAmbon.com, via telepon, Jumat (22/1/2021) mengatakan, meski skoring menurun, satgas tetap optimis kota ini tetap ada di zona orange.

Karena itu pihaknya gencar melakukan operasi yustisi setiap hari diberbagai lokasi sejak pagi hingga malam hari.

Dia mengaku penyebab skoring bisa turun  karena tiga faktor yakni adanya  kasus terkonfirmasi yang meningkat atau adanya kasus baru, yang kedua terkait angka kematian, dan yang ketiga soal tingkat kesembuhan.

‘’Kalau diperhatikan rata-rata sebab zonasi menurun karena kasus kematian yang hampir tiap hari ada minimal satu anggota masyarakat   yang meninggal dunia dan setelah dievaluasi kebanyakan yang meninggal itu karena mereka terlambat di bawa ke rumah sakit dan sudah dalam keadan kritis, ‘’jelasnya.

Status kematian itu kebanyakan karena seringkali rujukan ke rumah sakit terlambat. Ini yang menyebabkan angka kematian melonjak.

Baca juga: Dalam 5 Hari Kasus Positif COVID-19 Ambon Tambah 81 Pedagang Harap PSBB Lebih Adil

Hingga kini operasi yustisi dianggap paling efektif dalam menurunkan angka terpapar Covid19.

Jumat (22/1/2021) hari ini misalnya, jumlah yang terjaring dalam operasi prokes sebanyak 58 orang dan dari jumlah itu setelah dirapid hanya 4 yang reaktif dan setelah diswab semuanya negatif.

‘’Dari pengalaman kami sebelumnya dari hasil rapid tes reaktif  empat orang misalnya, rata-rata hanya satu atau tidak ada yang positif sama sekali, ‘’ungkap Joy.

Baca juga: Tanpa Protokol Kesehatan, Warga Padati Pasar Mardika Kota Ambon

Sebenarnya kata dia, operasi yustisi itu dilakukan berpindah tempat, untuk bisa mengetahui tingkat penyebaran Covid19 di masyarakat.

‘’Rata-rata tingkat penjaringan hanya 10 persen yang reaktif namun saat diswab justru hanya 1 hingga 2 persen yang terpapar Covid19,’’ sebut Joy.

Joy berharap skoring dan zonasi tidak kembali ke zona merah  karena itu kini satgas mulai melakukan operasi ke pusat perbelanjaan seperti mall dan pertokoan yang ramai.

Editor: v
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved