Breaking News:

Kesaksian Pegawai Mal saat Air Laut Meluap di Manado: Pengunjung Panik, Banyak Air di Pintu Masuk

“Seingat saya, sejak 1974, baru sekarang ini yang paling parah," kata Ketua Kelompok Nelayan Firdaus, Sonny Broo.

Instagram @soalmanado
Akibat tingginya gelombang pasang itu, air laut diketahui hingga masuk ke jalan raya dan merendam parkiran mal serta pertokoan. 

TRIBUNAMBON.COM - Gelombang tinggi mirip tsunami menerjang kawasan pesisir pantai Manado, Sulawesi Utara, Minggu (17/1/2021) sore.

Saat menerjang kawasan tersebut, gelombang setinggi 3-4 meter itu juga membawa material kerikil.

Akibat tingginya gelombang pasang itu, air laut diketahui hingga masuk ke jalan raya dan merendam parkiran mal serta pertokoan.

Sejumlah warga di kawasan tersebut terlihat panik saat air mulai tinggi. Beruntung saat kejadian itu tidak ada korban jiwa.

Baca juga: Air Laut Meluap di Manado, BMKG: Gelombang Tinggi Disebabkan Angin Kencang Capai 30-60 Km per Jam

Baca juga: Ekosistem Teluk Ambon Terancam Rusak, Reklamasi Jadi Penyebab Utama

Kesaksian warga

Karyawan Ace Hardware Mantos, Ivana mengatakan, gelombang tinggi di pantai itu sudah terjadi sejak sore hari.

Namun, karena saat itu air belum sampai meluap ke jalan dan pertokoan, para pengunjung tak mempedulikannya.

Semakin malam, air tersebut diketahui mulai masuk dan kian meninggi. Mengetahui hal itu, para pengunjung histeris dan mulai panik ingin menyelamatkan kendaraannya.

"Ini yang bikin panik pengunjung, karena sudah banyak air di pintu masuk, jadi banyak yang keluar ke parkiran," kata dia dilansir dari Tribun Manado.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Firdaus, Sonny Broo mengatakan, akibat terjangan gelombang tinggi itu sebanyak enam perahu nelayan rusak parah.

Halaman
123
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved